Tali panjang yang sudah diikatkan ke seekor ayam, tampak dilemparkan ke sungai. "Ada ayam hidup dan ayam mati yang dijadikan umpan," ucapnya, ketika diwawancarai di lokasi.
Ia berharap, dengan adanya riak air yang ditimbulkan oleh ayam itu bisa menarik buaya untuk muncul. "Tapi sejauh ini, meskipun umpan sudah berulang kali dilemparkan, belum ada tanda-tanda kemunculan buaya," tekan Annang.
Ya, dari hasil pantauan Radar Banjarmasin hingga pukul 12.00 Wita, predator itu belum juga muncul ke permukaan. Menurut salah seorang warga, Ardiani mengatakan bahwa buaya itu kerap menampakkan diri pada saat sungai sedang surut.
"Saat ini, sungai sudah mulai pasang, buayanya jarang muncul," sebutnya. "Berbeda kalau saat surut seperti tadi pagi, ada banyak warga yang melihat," ungkapnya. Terlepas dari kondisi tersebut, Annang meminta warga yang berada atau biasa menjalankan aktivitas di bantaran sungai bisa waspada dan berhati-hati. "Karena buaya ini disinyalir masih berada di kawasan (sungai) ini," tandasnya. (*)