Rumah Bubungan Tinggi di Telok Selong Ulu: Milik Saudagar Kaya Pengusaha Intan
Sheilla Farazela• 2024-05-18 11:51:30
Berkunjung ke desa Teluk Selong Ulu, Kecamatan Martapura Barat, tepatnya di jalan Martapura Lama atau sekitar 4 kilometer dari Kota Banjarbaru, Rumah Bubungan Tinggi menjulang berdiri kokoh diantara hamparan rawa dan rumah penduduk.
Sedikitnya ada 13 Jendela dan 7 pintu yang diolah dalam rumah adat Banjar di Telok Selong Ulu Martapura Barat.
Diketahui, Rumah Adat Banjar itu dibangun oleh almarhum H Muhammad Arif seorang saudagar kaya pengusaha intan pada 1811 silam.
Bangunan rumah ini adalah milik HM Arif, yang kini ditinggali oleh buyutnya yang bernama Fauziah (68). Bangunan ini mirip istana para Raja Banjar dan diyakini mendekati atau mirip dengan istana Raja Banjar juga kerabat kerajaan Banjar yang bertahta di kawasan Keraton Martapura. (Foto-foto: Sheilla Farazella/Radar Banjarmasin)
1. Pelataran
Photo
Pintu masuk kedalam rumah Bubungan Tinggi di Telok Selong Ulu. (Foto: Sheilla Farazela)
Sebelum memasuki dalam rumah Bubungan Tinggi, pada bagian paling depan sekaligus menjadi bagian paling awal yang dapat terjamah di rumah adat Banjar ini ialah bagian Pelataran atau yang umumnya dikenal dengan sebutan teras rumah yang dibangun menggunakan kayu ulin dan membentuk vertikal.
2. Serambi
Photo
Lalu pada bagian ke dua dinamakan bagian Serambi. Bagian Serambi terletak lebih tinggi sesudah bagian Pelataran. Serambi merupakan bagian depan rumah adat Banjar sebelum memasuki pintu ke dalam rumah.
3. Penampik kecil
Photo
Lalu pada bagian ke tiga penampik kecil yang merupakan tangga kecil setelah memasuki pintu menuju ke ruang tengah rumah adat Banjar.
4. Penampik Menengah
Photo
Pada bagian ke empat penampik menengah, pada bagian ini merupakan letak tengah dari rumah adat Banjar.
Biasanya tamu yang datang pada bagian penampik menengah dapat melihat beberapa foto dari datuk nenek Fauziah, kemudian penghargaan. Tepat di ujung ruang tamu, terdapat etalase kaca berisi beragam kerajinan tangan.
5. Anjung
Photo
PALEDANGAN besi serta kelambu tempat tidur anak-anak saudagar.
Diantara penampik menengah dan anjung terdapat tawing halat yang membatasi antara ruang tamu dengan ruang tidur. Ukiran yang ditorehkan dicat warna hijau dan emas dengan latar warna putih. Ornamen kaligrafi Arab tampak menyela diantara ukiran berbentuk sulur-suluran dan dedauan.
Dan pada bagian ke lima ada bagian anjung, bagian ini merupakan bagian atau tingkatan lantai yang paling tinggi di rumah adat Banjar. Pada bagian anjung terdapat tempat tidur untuk beristirahat.
6. Pedapuran
Photo
Sebelum masuk ke pedapuran di rumah Bubungan Tinggi, kita harus turun memakai anak tangga sedikit untuk sampai ke pedapuran atau tempat memasak.
7. Pewasian
Photo
Tak jauh dari Paledangan besi, di pojok ada sebuah meja yang lengkap dengan alat-alat besi peninggalan jaman dulu. (*)