"Berikan ruang dengar untuk mereka, tumbuhkan rasa aman," tambahnya. Apabila keadaan darurat, seperti sudah sampai pada melukai dirinya sendiri, lakukan pertolongan pertama. Segera panggil ambulans. "Cari bantuan profesional," tekannya.
Ceria menjelaskan, hampir seluruh usia memungkinkan dan berisiko mengalami gangguan kesehatan mental. "Namun mengacu praktiknya, mayoritas justru menimpa usia remaja akhir dan usia dewasa tengah," ungkapnya. Ia juga membeberkan, bahwa kondisi mental anak zaman sekarang butuh perhatian serius.
"Generasi sekarang, bila ada sedikit masalah, mentalnya sudah langsung down," ujarnya. Untuk itu, ia menekankan hendaknya semua orang sudah harus sadar terkait perubahan yang terjadi dengan mentalnya.
Ceria lantas menyebut jenis-jenis penyakit mental yang sering dialami. Contohnya, Obsessive Compulsive Disorder (OCD), bipolar, kecemasan berlebih, gangguan kepribadian, hingga depresi. Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan dalam untuk mengurangi atau menghindari gangguan kesehatan mental itu.
Misalnya, keluar dari lingkungan toxic, atau jauhi mereka yang menebarkan hal negatif di sekitarnya. "Kemudian, berpikir dan berikan selalu afirmasi positif untuk diri sendiri," sarannya.
Belajar mengelola stres dengan baik, juga menjadi solusi. Salah satunya dengan rutin berolahraga, tidur dan beristirahat yang cukup. "Menjaga hubungan baik, saling membantu dan memahami kondisi orang lain. Terakhir mencari bantuan tenaga medis profesional jika dibutuhkan," jelasnya.
Lebih jauh, Ceria menekankan bahwa tidak ada masalah yang tidak bisa diatasi. "Kita hanya memiliki kesempatan hidup sekali. Teruslah berpikir positif, gali potensi diri," pesannya.
"Banyak orang yang bisa mendengarkan. Teruslah semangat menjaga kesehatan mental agar Indonesia memiliki generasi yang sehat mental dan bisa maju," tutupnya. (*)