“Ada 25 titik sungai yang dinormalisasi, kemudian pembersihan saluran tersier ada 15 titik, kami juga melaksanakan pengerjaan rehabilitasi dua pintu air,” ujarnya, Selasa (28/5/2024).
Sahabudin menjelaskan normalisasi sungai tahun ini merupakan usulan masyarakat melalui musyawarah desa, diteruskan ke Musrenbang Kecamatan, hingga Musrenbang Kabupaten.
“Mudah-mudahan program normalisasi sungai ini mampu mengurangi dampak banjir tahunan, yakni dengan pengerukan sungai dan perbaikan pintu air,” harapnya.
Sementara itu, Adun warga Kecamatan Amuntai Tengah sangat berharap ada pengerukan sungai dan pembuatan irigasi. Sebab, lahan pertanian akan lebih mudah dikerjakan apabila tidak terendam air terlalu tinggi.
“Apabila lahan pertanian rawa di wilayah kami digenangi air, maka akan semakin lama pula proses penggarapan lahan tersebut dijadikan sawah,” sampainya. (*)