Alicia Miyako Pramestiyasti bukan hanya ingin melestarikan budaya. Menari baginya sudah membuat hidup menjadi lebih bermakna.
Prokal.co - Pekerjaan lepas yang berhubungan dengan hiburan atau entertainment sangat disukai oleh Alicia Miyako Pramestiyasti. Terutama dalam bidang tari. Gadis kelahiran 27 Maret 1999 ini sudah sering diminta untuk mengisi berbagai macam acara.
Salah satunya adalah event pembukaan Kampung Nusantara, Bendung Kayangan, milik Didi Nini Thowok di Yogyakarta.
“Waktu itu saya berkesempatan menari bersama Eyang Didi Nini Thowok. Ini event yang sangat berkesan bagi saya,” ucapnya.
Selain itu, paling paling diingatnya adalah momen menari bersama Mila Rosinta di Pasar Terapung Lok Baintan, dan Hartono di Mal Yogyakarta.
“Satu lagi, momen menari bersama Mbak Ghita Kinanti saat Hari Tari Dunia Banjarmasin, juga masih melekat di ingatan saya,” ujarnya, lantas tersenyum.
Pengalamannya itu membuat gadis yang akrab disapa Tyas ini semakin terinspirasi untuk belajar seni tari. Baik yang modern atau K-pop, tari tradisi kreasi, menyanyi, master of ceremony, maupun kegiatan lain yang ada di atas panggung, dan dilihat banyak orang.
Walaupun hanya pekerjaan lepas di dunia hiburan, bagi Tyas menari dapat menambah keterampilannya ketika nanti terjun di dunia kerja yang sesungguhnya.
"Mungkin sebagian orang beranggapan bahwa pekerjaan merupakan hal pertama. Namun bagi saya, keterampilan dan skill tambahan yang paling utama," kata Tyas.
Hal itulah, sebut Tyas, menjadikan seseorang menjadi lebih unggul dari rekan-rekan kerja lain. “Kalau sudah seperti itu, pendapatan juga otomatis bertambah,” yakinnya.
Ketertarikan terhadap dunia hiburan sudah ada pada diri alumni Universitas Lambung Mangkurat (ULM) tahun 2022 itu sejak masih kecil. Namun karir menarinya baru dimulai sejak awal masuk ke bangku perkuliahan.
"Awalnya dimulai karena hobi. Tapi, ternyata seru, asyik dapat teman baru, dan bisa kenal banyak orang dari berbagai komunitas," ujarnya.
Selain bisa memperbanyak relasi, Tyas juga merasa kegiatan tersebut memberikan manfaat baginya secara pribadi.
"Saya bisa lebih menghargai hal-hal kecil. Percaya bahwa di dunia ini tidak ada yang tak berguna," ucapnya.
Walaupun hanya pekerjaan lepas di dunia hiburan, bagi Tyas menari dapat menambah keterampilannya ketika nanti terjun di dunia kerja yang sesungguhnya.
"Mungkin sebagian orang beranggapan bahwa pekerjaan merupakan hal pertama. Namun bagi saya, keterampilan dan skill tambahan yang paling utama," kata Tyas.
Hal itulah, sebut Tyas, menjadikan seseorang menjadi lebih unggul dari rekan-rekan kerja lain. “Kalau sudah seperti itu, pendapatan juga otomatis bertambah,” yakinnya.
Ketertarikan terhadap dunia hiburan sudah ada pada diri alumni Universitas Lambung Mangkurat (ULM) tahun 2022 itu sejak masih kecil. Namun karir menarinya baru dimulai sejak awal masuk ke bangku perkuliahan.
"Awalnya dimulai karena hobi. Tapi, ternyata seru, asyik dapat teman baru, dan bisa kenal banyak orang dari berbagai komunitas," ujarnya.
Selain bisa memperbanyak relasi, Tyas juga merasa kegiatan tersebut memberikan manfaat baginya secara pribadi."Saya bisa lebih menghargai hal-hal kecil. Percaya bahwa di dunia ini tidak ada yang tak berguna," ucapnya.
Alicia Miyako Pramestiyasti
Panggilan : Alice, Ciaa, Tyas, Miyako
Usia : 25 tahun
TTL : Kendal/27 Maret 1999
Pendidikan : S1 Universitas Lambung Mangkurat
Asal : Banjarbaru
Film Favorit : Drama Korea
Idola (Penari) : Mila Rosinta