Awalnya Masalah Merokok, Lalu Melebar, Kadisdikbud Kalsel Dilaporkan ke Polisi, Amalia: Mudah-Mudahan Beliau Sadar
Sheilla Farazela• Jumat, 13 September 2024 | 09:04 WIB
Muhammadun
Prokal.co, Tak hanya dengan Amalia Wahyuni, polemik Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kalsel Muhammadun semakin melebar. Terbaru, ia dilaporkan ke Ditreskrimum Polda Kalsel.
Pejabat yang akrab disapa Madun itu dilaporkan karena percakapan telepon. Dengan modal rekaman telepon tersebut, Aliansyah bersama Kuasa Hukumnya, Budi Khairiannoor membuat laporan ke Polda Kalsel.
“Pada Senin (9/9/2024) sekitar pukul 13.50 Wita, saudara Aliansyah sempat ditelepon oleh orang yang mengaku sebagai Kadisdikbud Kalsel Madun.
Setelah dicek nomor tersebut di aplikasi Get Contact tercantum namanya Sirajudin atau ajudan dari Madun itu sendiri,” ucap kuasa hukum Aliansyah, Budi Khairiannoor.
Budi menyebut, kuat dugaan bahwa yang menelepon Aliansyah kemarin adalah benar Madun. "Karena sebelumnya itu, melalui nomor tersebut sempat mengirim pesan melalui WhatsApp yang berbunyi, ini Pak Madun mau nelepon, tolong diangkat," sebut Budi.
Karena itu, ujar Budi, saudara Aliansyah lantas menerima telepon, dan terjadi komunikasi yang kurang mengenakan tersebut. "Dalam komunikasi itu, ada kata-kata provokasi mengarah kepada tindakan kriminal," cetusnya.
Atas dasar itu, Aliansyah dan kuasa hukum turut melaporkan kejadian ini didukung dengan beberapa bukti untuk perlindungan hukum.
"Kami mengajukan permohonan perlindungan hukum, karena ancaman ini telah mengganggu kestabilan mental dan emosional keluarga Aliansyah. Kami khawatir akan kemungkinan tindakan yang tidak diinginkan jika ancaman ini tidak ditanggapi dengan serius," sebutnya.
Seharusnya, ujar Budi, hal ini tidak langsung menyimpulkan, seolah-olah Aliansyah sendirian pendemonya.
"Padahal kemarin itu kasus Ibu Amalia dikawal semua orang, tidak hanya Aliansyah. Antar kedua belah pihak pun tidak saling mengenal. Tapi komunikasi awal sudah mengarah pada perkelahian, ini rasanya tidak elok sebagai kepala dinas," tuturnya.
Budi meyakini barang bukti yang dibawa dalam pelaporan kepada Polda Kalsel bisa dipertanggungjawabkan.
"Nomor yang menghubungi pun nomor resmi, bahwa yang dipakai untuk menelepon Aliansyah itu milik Sirajudin ajudan Pak Madun," sebutnya.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalsel, Kombes Pol Erick Frendriz membenarkan telah menerima laporan dugaan pengancaman tersebut.
Ia menyatakan pihaknya masih melakukan penelitian terhadap laporan tersebut, dan selanjutnya melakukan penyelidikan untuk memastikan ada tidaknya unsur pidana dalam kasus ini.
Dari laporan yang pihaknya terima, informasi pengancaman itu melalui telepon, sehingga harus dibuktikan siapa peneleponnya.
Kemudian bukti-bukti lainnya harus dibuktikan. “Tentunya langkah kami setelah ini adalah melakukan penyelidikan, apakah itu masuk unsur pidana atau tidak,” kata Frendriz.
Amalia Kaget Ada Teror
Informasi rekaman tantangan duel di hutan yang dialami Aliansyah ternyata sudah sampai ke telinga Amalia.
Sang guru viral ini mengaku terkejut mengapa curhatannya mengenai sosok Kadisdikbud Kalsel yang merokok dalam ruangan, itu sampai sejauh ini.
“Tentu saya syok dengarnya, kok bisa sampai ada ancaman seperti itu,” ungkap Amalia melalui sambungan telepon, Selasa (10/9) malam.
Teror itu terjadi setelah Aliansyah bersama massa mendesak Gubernur Kalsel untuk memecat Madun dari jabatannya dan membela nasib Amalia sebagai guru honor.
“Jika ancaman itu memang benar dari beliau (Madun, Kadisdikbud Kalsel), tentu sangat disayangkan sekali,” katanya.
Apalagi juga mengeluarkan kata-kata kasar. Menurutnya, tidak etis dikeluarkan oleh orang yang menjabat sebagai Kadisdik.
“Misalnya Pak Madun yang melakukan (teror, red) itu, saya hanya bisa mendoakan mudah-mudahan beliau sadar. Saya harap beliau perbanyak istighfar,” pintanya
Untungnya, ancaman yang dialami Aliansyah itu tidak sampai dialami Amalia dan keluarganya. “Alhamdulillah ancaman itu belum saya rasakan. Mudah-mudahan jangan sampai mengalami,” kata Amalia. (*)