Sampai akhir pekan pertama bulan Februari ini, lahan pertanian padi di dua kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) yang terendam banjir gagal panen atau puso.
Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Distan HSS Darma Setia Jaya mengatakan, lahan pertanian padi yang terendam banjir mengakibatkan gagal panen atau puso terdapat di Kecamatan Angkinang dan Kalumpang.
“Kecamatan Angkinang lahan padi gagal panen atau puso seluas 15 hektare dan Kalumpang 37 hektare,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (9/2/2025).
Dirincikannya di Kecamatan Angkinang lahan padi gagal panen terdapat di Desa Bakarung seluas sembilan hektare, Desa Kayu Abang seluas lima hektare dan Desa Taniran Kubah seluas satu hektare.
Sedangkan di Kecamatan Kalumpang, lahan padi gagal panen terdapat di Desa Balanti 20 hektare, Desa Kalumpang 15 hektare, dan Desa Karang Bulan seluas dua hektare.
“Jadi total lahan padi yang gagal panen di Kecamatan Angkinang dan Kandangan seluas 52 hektare,” rincinya.
Dari total seluas 52 hektare lahan padi terendam banjir mengakibatkan gagal panen atau puso sudah diusulkan Dinas Pertanian Kabupaten HSS ke Provinsi Kalsel supaya petani mendapatkan bibit padi baru.
“Sehingga nanti petani bisa tanam padi lagi setelah airnya surut,” sebut Darma.
Sebelumnya Kepala Dinas Pertanian HSS, Muhammad Noor mengimbau petani mengubah pola tanam padinya untuk mencegah lahan pertanian supaya tidak terdampak banjir lagi.
“Biasanya pola tanam bulan November atau Desember dirubah menjadi Maret atau April, untuk menghindari banjir,” tutur M Noor.
Ditambahkannya, Dinas Pertanian Kabupaten HSS juga akan melakukan pendataan sungai dangkal yang bisa mengakibatkan banjir.
“Supaya dapat dilaporkan ke PUTR Kabupaten HSS atau pihak terkaitnya supaya dapat dilakukan pengerukan sungainya,” sebutnya.
Editor : Indra Zakaria