KOTABARU – Suasana tenang di Desa Pulau Panci, Kecamatan Kelumpang Hilir, berubah mencekam pada Jumat malam lalu. Seekor buaya muara berukuran raksasa secara mengejutkan naik ke daratan dan melata santai di jalan desa yang merupakan kawasan pemukiman padat penduduk. Kehadiran predator dengan panjang lebih dari empat meter tersebut membuat warga yang tengah beristirahat berhamburan keluar rumah karena panik.
Posisi predator tersebut terdeteksi sekitar pukul 22.00 WITA di lokasi yang sangat dekat dengan fasilitas umum, yakni area pelabuhan desa dan masjid. Menurut kesaksian salah satu warga, Uwai, ukuran buaya tersebut sangat luar biasa dan hampir sebesar perahu saat melintas di jalan dekat rumahnya. Meski diliputi ketakutan, warga bersama aparat desa setempat segera melakukan aksi kompak untuk mengusir sang predator. Dengan peralatan seadanya dan bantuan pencahayaan dari lampu senter, warga berhasil menggiring buaya tersebut hingga akhirnya menceburkan diri kembali ke sungai tanpa sempat menimbulkan korban jiwa.
Kepala Desa Pulau Panci, Humaidi Arifin, mengonfirmasi kebenaran peristiwa yang sempat terekam kamera ponsel warga tersebut. Ia menegaskan bahwa kemunculan buaya kali ini merupakan peringatan serius bagi keamanan masyarakat. Menanggapi situasi yang membahayakan ini, pihak pemerintah desa mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra, terutama saat beraktivitas di dekat air. Warga diminta untuk sementara waktu mengurangi kegiatan memancing udang atau sekadar berkumpul di titik-titik rawan munculnya buaya.
Sebagai langkah tindak lanjut, Pemerintah Desa Pulau Panci berencana segera menyurati Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk berkoordinasi mengenai penanganan konkret. Langkah ini dinilai mendesak mengingat populasi buaya di kawasan tersebut disinyalir terus meningkat dan perilakunya kian berani mendekati area pemukiman manusia. Humaidi berharap melalui koordinasi dengan BKSDA, dapat ditemukan solusi tepat agar populasi predator terkendali sehingga rasa aman masyarakat dapat kembali terjaga. (*)
Editor : Indra Zakaria