Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Iduladha Jadi Momentum Meningkatkan Ketakwaan dan Keikhlasan

jony-Jony • Minggu, 10 Juli 2022 - 19:11 WIB
Jemaah berbondong-bondong untuk melaksanakan Salat Iduladha di Masjid Raya Darussalam , Minggu (10/7). (FOTO : HAFIDZ/PROKALTENG.CO)
Jemaah berbondong-bondong untuk melaksanakan Salat Iduladha di Masjid Raya Darussalam , Minggu (10/7). (FOTO : HAFIDZ/PROKALTENG.CO)

PALANGKA RAYA – Peringatan Hari Raya Iduladha 1443 Hijriah yang jatuh pada tanggal 10 Juli 2022, dirayakan dengan suka cita umat Islam di Indonesia. Tak terkecuali di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Sedari pagi, masyarakat mulai berbondong bondong ke masjid menggunakan pakaian busana muslim untuk melaksanakan salat Iduladha secara berjamaah. Seperti terlihat di  Masjid Raya Darussalam di Jalan G.Obos Kota Palangka Raya.

Khatib Salat Id, Haji Masrani Arsyad dalam khutbahnya mengingatkan kepada jemaah meneladani peristiwa pengorbanan, kepasrahan dan penghambaan keluarga Nabi Ibrahim A.S dalam melaksanakan perintah Allah SWT.

“Marilah kita saling menginstrospeksi kritis terhadap diri kita masing-masing, seberapa jauh kita menerapkan ajaran-ajaran Allah SWT di tengah keluarga, dan seberapa besar usaha kita dalam membimbing dan mendidik anak-anak kita agar menjadi anak yang saleh, berbakti kepada orang tua, rajin beribadah, dan  bertakwa kepada Allah SWT,” ujarnya.

Sementara di Masjid Baitul Amin Jalan Mahir Mahar Raya, masyarakat berbondong-bondong memadati halaman masjid. Salat Id dimulai pukul 06.36 WIB. Bertindak sebagai khatib Ustaz Agus dan imam Ustaz Slamet.

Khatib Ustaz Agus mengatakan, bahwa Nabi Ibrahim merupakan teladan yang mesti dicontoh, karena rela berkorban dengan menjalankan perintah dari Allah SWT untuk menyembelih putranya, Ismail AS.

"Berkat keduanya tunduk serta berserah diri kepada kehendak dan ketentuan Allah SWT, maka Nabi Ismail AS yang saat ingin disembelih tersebut digantikan oleh Allah dengan seekor kambing, inilah menandakan bahwa betapa besar pengorbanan seorang ayah dan anak hingga hari ini dimaknai sebagai bentuk kepasrahan kepada Allah untuk mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta," ungkapnya. (kpg)

Editor : jony-Jony