Saat banjir puluhan desa dan kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sudah berangsur surut pekan lalu, warga di Desa Hanjalipan, Kecamatan Kotabesi, harus lebih bersabar. Bencana tersebut masih belum berlalu. ”Banjir sudah mulai menggenang jalan desa dan sampai masuk rumah warga terjadi selama dua minggu ini. Saat ini sudah mulai surut. Air sudah tidak merendam rumah, hanya merendam jalan desa, terutama dataran yang paling rendah,” kata Sapransyah, Kepala Desa Hanjalipan.
Banjir yang bertahan cukup lama dibandingkan desa dan kelurahan lainnya sudah menjadi hal biasa dialami warga. ”Warga Desa Hanjalipan sudah terbiasa menghadapi banjir. Kalau wilayah utara Kotim mulai kebanjiran, air pasti bermuara ke Desa Hanjalipan karena lokasinya berada di pinggir sungai yang pasti risikonya rawan banjir dan biasanya surutnya belakangan. Lebih lama dibandingkan desa dan kelurahan lainnya,” katanya.
Sapransyah mengatakan, BPBD Kotim juga telah melakukan pemantauan ke Desa Hanjalipan dan mendirikan tenda pengungsian untuk berjaga-jaga jika debit air meninggi karena faktor hujan atau air pasang. ”BPBD Kotim dan BPBD Murung Raya ada melakukan pemantauan dan sudah dari kemarin mendirikan tenda di seberang desa, tapi belum ada warga kami yang mengungsi ke sana,” ujarnya.
Sebagai informasi, banjir yang terjadi Senin (29/4/2024) dini hari telah merendam 26 desa dan 5 kelurahan dari 9 Kecamatan MB Ketapang, Baamang, Mentaya Hulu, Antang Kalang, Telaga Antang, Mentaya Hilir Utara, Bukit Santuai, Parenggean, dan Kotabesi. Dari kejadian banjir yang terdata Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, tercatat ada 1.756 KK atau 3.773 jiwa yang terdampak banjir dan 435 rumah terendam. ”Hasil pengolahan data laporan banjir ini mengutamakan kecepatan dan bisa mengalami perubahan dan ada kemungkinan jumlahnya lebih dari ini. Namun, untuk saat ini kondisi banjir di beberapa kecamatan sebagian besar sudah surut,” kata Multazam, Kepala Pelaksana BPBD Kotim.
Dari pemantauan banjir di Hanjalipan, banjir terjadi di RT 4 dengan kondisi dataran terendah. ”Ketinggian banjir 97 cm dari patok banjir. Banjir sempat surut dan naik lagi mulai 7 Mei Masih ada tiga rumah yang terendam banjir,” ujar Multazam.
Banjir disebabkan tingginya curah hujan dan kiriman air dari wilayah utara yang disertai kondisi air pasang. ”Letak Desa Hanjalipan berada di bantaran sungai yang mempertemukan dua Sungai Mentaya dan Sungai Tualan, sehingga desa berisiko rawan banjir,” ujarnya.
Editor : Indra Zakaria