Advertorial Balikpapan Bisnis Bola Daerah Bola Dunia Hiburan Hoax IKN Internasional Kesehatan Kriminal Lifestyle Nasional Pemerintahan Politik Pro Kalimantan Prokal Balikpapan Prokal Berau Prokal Kaltara Prokal Kaltim Prokal News Ramadan Samarinda Sport Teknologi

Jokowi Minta PUPR Tangani Keterisolasian di Katingan

Indra Zakaria • 2024-06-27 16:15:00
BAGI KAOS: Presiden Jokowi membagikan kaos saat kunjungan kerja ke Kota Sampit, Rabu (26/6/2024). ( Radar Sampit)
BAGI KAOS: Presiden Jokowi membagikan kaos saat kunjungan kerja ke Kota Sampit, Rabu (26/6/2024). ( Radar Sampit)

Kunjungan kerja Presiden Jokowi seharian kemarin hanya di dua daerah. Dari Sampit, Kabupaten Kotim, Jokowi dan rombongan langsung bertolak ke Kabupaten Katingan menggunakan helikopter. Di Katingan, Jokowi memerintahkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) memperhatikan keterisolasian infrastruktur jalan di wilayah itu.

”Untuk kelanjutan pembangunan infrastruktur jalan dari Pakahi menuju Kecamatan Mendawai, saya catat, dan akan saya perintahkan Kementerian PUPR melakukan pengecekan,” kata Jokowi usai kunjungan di Pasar Kasongan dan RSUD Mas Amsyar Kasongan. Infrastruktur jalan wilayah selatan Kabupaten Katingan sampai saat ini masih terisolasi. Ada beberapa wilayah kecamatan yang belum bisa terkoneksi dari pusat Kota Kasongan ke berbagai wilayah kecamatan. Terutama infrastruktur pembangunan fisik ruas jalan Kereng Pakahi, Kecamatan Kamipang menuju jalan Desa Kampung Melayu, Kecamatan Mendawai.

Jokowi mengatakan, terkait pembangunan tersebut, pemerintah daerah beralasan anggaran pendapatan daerah (APBD) kurang, sementara jalan kabupaten merupakan kewenangan bupati. Hal itu nyaris menjadi alasan di semua daerah. ”Sehingga pemerintah pusat harus ikut cawe-cawe, padahal tidak seperti itu. Tidak apa-apa nanti kita cek ke kementerian,” katanya. Jokowi juga menyoroti beberapa kebutuhan mendesak saat meninjau meninjau RSUD Mas Amsyar Kasongan. Masalah di rumah sakit itu terkait layanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, yakni keterbatasan kamar.

”Pelayanan BPJS saya kira di sini kamarnya kurang, hanya 53 kamar. Seharusnya memang di atas 100 dikitlah,” ujarnya. Jokowi juga menyebutkan, telah meminta Menteri Kesehatan mempertimbangkan relokasi rumah sakit ke lahan baru yang ditawarkan Bupati Katingan seluas 5 hektare. Hal itu untuk memperluas dan meningkatkan fasilitas kesehatan. Presiden juga mengecek kesiapan ruangan di RSUD tersebut untuk keperluan alat-alat medis modern. ”Karena segera tahun ini di sini akan dikirim CT scan, inkubator, semua yang mahal-mahal mau dikirim. Kenapa kami ke sini? Karena kami ingin melihat kesiapannya, ruangannya,” jelasnya. Direktur RSUD Mas Amsyar Kasongan Agnes Nissa Paulina mengatakan, kerja sama pihaknya dengan BPJS membantu memperlancar pelayanan kesehatan di rumah sakit. ”BPJS sekarang sangat memudahkan, karena pasien tidak perlu membawa kartu. Cukup membawa KTP sudah terkoneksi melalui NIK,” kata Agnes.

RSUD Mas Amsyar merupakan rumah sakit tipe C. Satu-satunya di Katingan dengan tenaga 18 dokter spesialis. ”Jadi, spesialis itu ada yang di rawat inap, rawat jalan, juga penunjang, seperti di laboratorium dan radiologi,” katanya. Sebelumnya, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran mengatakan, kunjungan Presiden untuk melihat langsung aktivitas pasar, rumah sakit, dan tempat layanan umum lainnya. Selain itu, optimalisasi lahan dan penyerahan bantuan pangan kepada masyarakat penerima manfaat.

Sugianto berharap kunjungan Presiden Jokowi ke Bumi Tambun Bungai membawa dampak positif bagi Kalteng. ”Lebih dari itu, menjadi harapan kita bersama untuk mewujudkan Kalimantan Tengah Berkah, Maju, dan Bermartabat,” katanya. (yn/hgn/sos/daq/ant/ign)

 

Editor : Indra Zakaria