Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Beri Perhatian, Anggota DPRD Balikpapan Ini Ingin Bangun Pondok Lansia Sehat

Wawan-Wawan Lastiawan • Minggu, 27 Oktober 2019 - 13:09 WIB
Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan Suryani
Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan Suryani

BALIKPAPAN - Segala layanan dan kebijakan untuk warga Kota Minyak bakal menjadi perhatian wakil rakyat yang berada di DPRD Balikpapan. Bahkan tak mengenal usia.

Tidak hanya membuat kota layak anak, anggota DPRD juga memperhatikan mereka yang lanjut usia (lansia).

Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan Suryani menyebutkan, perhatian untuk lansia terutama dari sisi kesehatan hingga gizi sangat penting.

Sebab dua hal itu masih tidak terkontrol dengan baik bagi lansia. Apalagi tak ada yang merawat mereka dan memperhatikan kesehatan.

"Mereka yang dapat bantuan lanjut usia benar-benar kondisinya terlantar. Tidak punya keluarga dan saudara, kategori sangat miskin," sebutnya. Pihaknya berencana membuat rekomendasi agar kesehatan lansia bisa mendapat perhatian lebih.

Caranya dengan membuat pondok lansia sehat yang tersebar di setiap kecamatan.

Hal ini penting karena kesehatan lansia sulit terpantau. "Mereka tidak peduli dengan kesehatan, jarang untuk mau kontrol rutin. Apalagi bagi lansia sulit akses puskesmas," bebernya. 

Suryani mengetahui kondisi itu bukan tanpa alasan. Sebelum terpilih sebagai anggota DPRD Balikpapan, dia lebih dahulu terjun sebagai pekerja sosial.

Salah satunya menjadi pendamping lansia di Balikpapan Timur. Sehingga dia sangat mengetahui apa saja fasilitas dan hal yang dibutuhkan lansia.

Politisi asal Partai Golkar ini menjelaskan, nantinya pondok lansia sehat memiliki beragam manfaat.

Di antaranya lansia bisa dengan cek kesehatan, mengatur pola gizi, obat hingga vitamin di satu tempat itu. Kemudian setiap bulan petugas pondok lansia sehat bisa cek kesehatan lansia secara rutin. 

"Namun masih akan dirancang bagaimana teknisnya, ini salah satu program kerja yang akan saya kawal," sebutnya. Tentu program ini akan melibatkan kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan dan puskesmas. 

Dia menyebutkan, saat ini sudah ada bantuan dari Kementerian Sosial untuk lansia. Mereka terdaftar dalam program bantuan lanjut usia yang menggunakan dana APBN. Ada pun nilai bantuan yang diterima lansia sebesar Rp 200 ribu per bulan. 

Bantuan diberikan secara rapel setiap enam bulan. Tunjangan ini berlaku seumur hidup, ketika mereka meninggal baru akan diganti orang lain. Ada daftar tunggu untuk penerima bantuan tersebut. 

"Sejauh ini bantuan sudah tepat sasaran karena ada proses verifikasi untuk lansia yang menerima. Karena ini dana penting harus terus dikawal," tutupnya. (din/pro/one) 

Editor : Wawan-Wawan Lastiawan
#ADV DPRD BALIKPAPAN