Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Bangunan Ditata, Kaniungan Bisa Mendunia

uki-Berau Post • 2021-11-01 19:05:19
BERI MOTIVASI: Makmur HAPK saat berdialog dengan masyarakat Pulau Kaniungan, Minggu (24/10).
BERI MOTIVASI: Makmur HAPK saat berdialog dengan masyarakat Pulau Kaniungan, Minggu (24/10).

Pulau Kaniungan menjadi salah satu objek wisata yang ada di Kecamatan Bidukbiduk. Pulau yang dihuni sekitar 20 kepala keluarga (KK) tersebut, punya potensi besar untuk menjadi destinasi unggulan, asal keasrian lingkungannya bisa dijaga.

////////

ENAM titik kegiatan reses dituntaskan Ketua DPRD Makmur HAPK pada Sabtu (23/10) lalu. Sudah banyak aspirasi yang dihimpunnya dari masyarakat yang berasal dari enam kampung di Kecamatan Bidukbiduk. Namun Makmur bersama rombongannya tak langsung memutuskan untuk kembali ke Tanjung Redeb esok paginya, tapi lebih dulu menyeberang ke Pulau Kaniungan, Kampung Teluk Sumbang, untuk menyerap aspirasi sekaligus memberi motivasi masyarakat Pulau Kaniungan.

Makmur dan rombongan sudah bersiap untuk menyeberang ke Pulau Kaniungan melalui pelabuhan di Kampung Teluk Sulaiman, Minggu (24/10) pagi. Usai menuntaskan sarapan nasi goreng di penginapan, Makmur dan rombongan kembali melanjutkan agenda reses di titik terakhir Kecamatan Bidukbiduk.

Sebenarnya ujar Makmur, tujuannya juga menggelar reses di Pulau Kaniungan, selain untuk menyerap aspirasi dan bersilaturahmi, juga ingin memberikan motivasi kepada masyarakat di pulau tersebut. “Di Kaltim, Berau ini sangat luar biasa potensi wisatanya. Itu yang harus dijaga masyarakatnya,” kata Makmur ketika membuka reses yang digelar di halaman yang dikelilingi pepohonan kelapa.

Dikatakan Makmur, agar Pulau Kaniungan bisa menjadi destinasi unggulan yang mendunia, peran masyarakat yang sangat menentukan. Khususnya dalam upaya menjaga lingkungan, melakukan penataan permukiman, termasuk menjaga keindahan alam bawah lautnya.

“Saat ini memang belum terlihat sesuatu yang mengganggu potensi di sini. Tapi jika tidak dijaga, akan muncul secara perlahan permasalahannya. Seperti yang terjadi di Pulau Derawan saat ini,” terang Makmur.

Dicontohkannya, keindahan pantai Pulau Derawan sudah hampir habis dihantam abrasi dan padatnya bangunan yang menjorok ke laut. “Itu yang saya katakan tadi, permukimannya ditata, sepakati bersama jarak batas bangunan dari pantai. Sehingga jika ada investor yang melakukan pembangunan, tidak akan seenaknya, tapi harus mengikuti kesepakatan masyarakat di sini,” jelas dia.

Dengan kekompakan masyarakat, pengusaha yang berinvestasi di Pulau Kaniungan akan menghormati komitmen masyarakat dalam menjaga pulau tersebut. “Tidak boleh orang investasi semaunya di sini,” ujarnya.

Jalan-jalan lingkungan juga perlu penataan. Rumah warga juga dipersiapkan untuk bisa menampung wisatawan. Sehingga ketika Kaniungan sudah sangat terkenal dan terjadi lonjakan pengunjung, rumah-rumah warga juga sudah siap menjadi penginapan yang layak bagi wisatawan. “Dilengkapi fasilitasnya, dijaga kebersihannya. Karena wisatawan akan betah kalau tempatnya bersih dan tenang,” terangnya.

“Silakan catat apa yang saya sampaikan ini. Bapak-ibu akan buktikan lima atau sepuluh tahun nanti,” sambungnya.

Menimpali motivasi yang diberikan Makmur, warga Pulau Kaniungan, Harianto, juga mengharapkan dukungan pemerintah provinsi Kaltim untuk membantu pemenuhan fasilitas di pulau wisata itu. “Terutama persoalan listrik dan sampah,” ujar Harianto.

Makmur pun meyakini, PT PLN akan kesulitan jika ingin membangun jaringan listrik hingga ke Kaniungan. Sehingga Makmur menyebut untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di Kaniungan bisa menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal. “Tapi masyarakat juga harus bersedia melepas sedikit lahannya untuk pembangunan PLTS-nya,” jelasnya.

Sementara persoalan sampah, Makmur juga menyebut penyelesaiannya tidak mudah. Dirinya pun mengharapkan jajaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau memberikan perhatian untuk mengatasi persoalan sampah di pulau wisata.

“Persoalan sampah ini memang harus komitmen. Kalau ada komunikasi yang baik dari pemerintah, saya yakin masalah ini bisa diselesaikan. Karena di pusat sangat banyak anggaran untuk pengembangan pariwisata,” katanya.

“Tapi untuk langkah awal, ketua RT bersama kelapa kampung bisa menginventarisasi lahan-lahan milik kampung, yang cocok untuk dibangunkan tempat pembuangan. Nanti akan kami bantu juga,” ungkapnya.

Selain persoalan sampah dan listrik, Makmur juga mencatat berbagai aspirasi masyarakat Kaniungan lainnya, agar pembangunannya bisa disesuaikan dengan porsi yang bisa mendapatkan bantuan dari provinsi. “Insyaalah apa yang menjadi masukan bagi kami, akan kami upayakan solusi terbaiknya. (*/udi)

Editor : uki-Berau Post
#feature