TANJUNG SELOR – Gubernur Kaltara Irianto Lambrie mengimbau masyarakat untuk waspada dan berperan aktif dalam upaya pemberantasan sarang nyamuk, dengan melakukan gerakan menguras, menutup dan mengubur (3M) plus.
Imbauan tersebut disampaikan Gubernur, mengingat berdasarkan data Dinas Kesehatan (Diskes) Kaltara per 26 Januari, didapati 84 kasus positif demam berdarah dengue (DBD), dengan dua penderita di antaranya meninggal. Sasaran utama gerakan 3M plus ini adalah sarang nyamuk Aedes aegypti.
Dijelaskan Gubernur, nyamuk tersebut suka hidup dan berkembang biak di air bersih dan jernih. Aktif di siang hari sehingga pada waktu itu masyarakat sangat rawan gigitan nyamuk tersebut.
“Gerakan 3M plus ini harus dilakukan secara kontinu. Caranya, dengan sering menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penampungan air dan mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi penampungan air, dan bisa dijadikan tempat bertelur nyamuk Aedes aegypti,” ungkap Gubernur didampingi Kepala Diskes Kaltara Usman.
Selain itu, untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk, masyarakat disarankan untuk menggunakan semprotan pembasmi nyamuk atau lotion. Untuk penanganan secara wilayah, menurut Kepala Diskes Kaltara Usman, telah dilakukan fogging atau pengasapan yang dikoordinatori Diskes kabupaten/kota.
Selain itu, Diskes Kaltara memberikan dukungan lewat pemberian bubuk abate ke setiap kabupaten/kota. Sejauh ini, sudah 1.200 botol bubuk abate disebar ke seluruh kabupaten/kota. “Fogging memang tidak selalu harus dilakukan. Sebab, fogging hanya berfungsi membunuh nyamuk dewasa. Untuk pembasmian jentik sendiri, harus dilakukan oleh masyarakat secara langsung,” beber Usman.
Sebagai informasi, untuk melakukan pencegahan dini, Diskes Kaltara dalam waktu dekat akan melakukan rapat pembentukan tim gerak cepat penanganan DBD. Selain itu, dalam waktu dekat Diskes Kaltara akan mendatangkan alat rapid diagnostik test (RDT), di mana alat tersebut digunakan untuk mendiagnosis secara cepat DBD. (humas/kri/k8)
Editor : wahyu-Wahyu KP