Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Pertamina Skorsing Satu Agen

octa-Octa • 2019-02-12 10:03:25

SAMARINDA–Hari ini, tepat sepekan sejak peristiwa meledaknya kapal motor (KM) Amalia, di Dermaga Sei Mahakam, Jalan KH Mas Mansyur, Kelurahan Loa Bakung, Sungai Kunjang. Tiga kru kapal kehilangan nyawa. Temuan lainnya, ada indikasi penyelewengan tabung elpiji bersubsidi. Setelah satu pangkalan di Palaran izinnya dicabut, giliran agen yang namanya tertera di segel, mendapat hukuman. Pertamina menjatuhkan skorsing.

Dari penelusuran Kaltim Post, di segel tabung elpiji 3 kilogram, tertera nama PT Semoga Bustani Jaya, beralamatkan di Jalan Sentosa, Sungai Pinang. Media ini mengonfirmasi ke Sales Eksekutif LPG II Samarinda Widhi Adi Tri Hidayat. “Ya, benar. Kami berikan sanksi berupa skorsing,” jelasnya. Lanjut Widhi, meski agen yang namanya ditemukan berdalih tak memasok ke KM Amalia, sanksi tetap diberikan. “Namanya kan tertera di segel. Dalih bagaimanapun tetap disanksi,” sambungnya. Dua pekan, agen yang diberi sanksi tidak diperkenankan beraktivitas pendistribusian.

“Kalau memang ada keterlibatan lebih jauh, bisa saja sanksi lebih berat menanti. Karena kami sedang menelusuri juga secara internal,” tambah Widhi. Hal itu, lanjut dia, menjadi peringatan bagi seluruh agen dan pangkalan bila terbukti menyelewengkan tabung bersubsidi. Kemarin (11/2), Widhi dijadwalkan memberikan keterangan terkait tabung elpiji. Namun, dia berhalangan hadir lantaran tengah di Balikpapan. “Tadi saya dihubungi, besok (hari ini) atau lusa kemungkinan baru bisa datang,” sebutnya.  

Turut dikonfirmasi, Wakasat Reskrim Polresta Samarinda AKP Triyanto menjelaskan, penyelidikan penyebab perstiwa ledakan di KM Amalia belum ada perkembangan. “Karena kami memang masih menunggu tim dari Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri Cabang Surabaya,” sebut perwira balok tiga tersebut. Kemarin polisi kembali melihat perkembangan kondisi Yordan Ardan Ali alias Ningsih dan Muchtar, dua awak kapal selamat. Mereka masih menjalani perawatan tim dokter di RSUD AW Sjahranie. “Kondisinya memang membaik, tapi harus operasi lagi,” sambung eks kapolsek Muara Jawa tersebut.

Triyanto meminta, warga tak mendekat lantaran tempat kejadian perkara (TKP) harus benar-benar steril. “Artinya tidak boleh ada aktivitas dulu, kalau patroli enggak masalah,” pungkasnya.

Selasa (5/2) malam, KM Amalia yang sandar dua hari sebelumnya, meledak. Di samping kapal, ada KM Tanjung Mas yang terdampak ledakan hingga karam. KM Amalia bermuatan sembako, cat, air mineral, dan tabung elpiji. Namun, ada indikasi tabung elpiji ilegal lantaran tertera segel warna hijau, yang distribusinya khusus di Kota Tepian. Sedangkan tujuan kapal bercat biru putih itu ke Berau. (*/dra/ndy/k8)

Editor : octa-Octa