Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Produksi Perikanan Meningkat

octa-Octa • Rabu, 27 Februari 2019 - 16:34 WIB

TANJUNG REDEB–Dalam beberapa tahun terakhir, produksi perikanan Kabupaten Berau meningkat, baik perikanan tangkap maupun perikanan budi daya. Berdasarkan data Dinas Perikanan Kabupaten Berau, produksi perikanan budi daya pada 2018 mencapai 2.344,65 ton. Naik dibanding tahun sebelumnya yakni 2.200,22 ton. Mencakup dari budi daya tambak, kolam, keramba, maupun budi daya laut atau pantai.

Produksi perikanan tangkap pada 2018 mencapai 18.380,5 ton mencakup perikanan laut 17.107,2 ton dan perikanan sungai 1.273,3 ton. Produksi perikanan tangkap meningkat dari 2017 yang mencapai 18.216,5 ton.

Plt Kepala Dinas Perikanan Berau Tentram Rahayu menjelaskan, dari capaian produksi perikanan terjadi peningkatan signifikan pada perikanan budi daya yang memang menjadi fokus dalam pembinaan dan pendampingan Dinas Perikanan kepada nelayan pembudi daya. Luas lahan budi daya perikanan terlihat mengalami peningkatan seperti perikanan tambak dalam dua tahun terakhir dari seluas 6.723 hektare pada 2016, kini mencapai 9.028,2 hektare di 2018.

Dengan peningkatan produksi perikanan tingkat konsumsi ikan masyarakat juga mengalami peningkatan mencapai 58,4 kilogram per kapita. “Capaian produksi perikanan maupun konsumsi ikan masyarakat tahun 2018 mencapai target yang telah kita tetapkan,” ungkapnya.

Pengembangan perikanan budi daya dikatakan Tentram Rahayu menjadi fokus dengan pendampingan kepada pembudi daya. Pasalnya, hasil produksi budi daya dari Bumi Batiwakkal memiliki kualitas terbaik, bahkan tidak hanya diminati dalam negeri, tetapi sudah sampai ekspor. Seperti udang windu yang cukup terkenal dari Kabupaten Berau. Mendorong peningkatan produksi budi daya tambak, pemerintah membantu perluasan lahan tambak dengan dukungan alat berat ekskavator.

Beberapa kampung yang selama ini menjadi sentra pengembangan perikanan budi daya telah disentuh dalam program bantuan pemerintah. “Tidak hanya perluasan, namun dengan dukungan alat berat ini juga untuk merehabilitasi tambak yang ada, sehingga produksi perikanan terus meningkat,” jelasnya.

Mengenai perikanan tangkap, Tentram Rahayu mengatakan, pihaknya tetap melakukan pendataan dan pembinaan kepada nelayan, meskipun dalam pemberian perizinan kapal nelayan, pihaknya hanya menangani kapal berkapasitas di bawah 10 GT. Sedangkan di atas itu merupakan kewenangan pemerintah provinsi. Termasuk kewenangan dalam pengawasan dan konservasi laut telah dialihkan ke provinsi.

Saat ini untuk memaksimalkan pengawasan pihaknya telah melakukan perjanjian kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kaltim. “Terkait dengan laut kita sudah ada kerja sama dengan provinsi, tahun depan kita akan usulkan anggaran untuk kembali melakukan pengawasan,” tandasnya.

Dalam upaya meningkatkan nilai jual ikan dan pelayanan kepada nelayan serta pendataan kegiatan perikanan, Dinas Perikanan Berau disampaikannya juga sedang berupaya membuat usulan untuk pembangunan tempat pelelangan ikan (TPI) untuk wilayah pesisir utara di Kampung Tanjung Batu dan wilayah pesisir selatan di Talisayan yang merupakan daerah sentra penangkapan ikan di perairan Berau. (hms/kri/k8)

Editor : octa-Octa