Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Persit Anjangsana ke SLB Sangatta

octa-Octa • 2019-04-05 10:49:07

SANGATTA–Pendidikan anak berkebutuhan khusus (ABK) di Kutai Timur (Kutim) belum didukung sarana-prasarana maksimal. Hal itu terungkap saat anjangsana ke Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Sangatta, Kamis (4/4), Persit Kartika Chandra Kirana, Kodim 0909/Sangatta.

Anjangsana dilakukan sebagai rangkaian kegiatan memperingati HUT Ke-73 Persit Kartika Chandra Kirana. Pada kesempatan, pengurus Persit Kartika Chandra Kirana mendapat sambutan manis. Ada pula yang memberikan curahan hati (curhat).

Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Sangatta Lidya Kamil Bahren Pasha menjelaskan, mengunjungi SLB, tempat bersekolahnya anak penyandang disabilitas dapat memunculkan kesadaran sosial dan moral. Masyarakat Kutim perlu memerhatikan dan berbaur dengan ABK.

Perempuan yang juga dokter gigi itu menuturkan, saat ini akses menuju SLB Sangatta belum mulus. Bahkan, air masih mengenang bila terjadi hujan, seperti kemarin. "Kita manusia harus tergerak hati jika melihat anak-anak di SLB. Berbagai kekurangan fisik dan keterbelakangan mental, tapi justru mereka semangat sekolahnya tinggi,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya akan cari cara untuk membantu melengkapi kekurangan di SLB Sangatta,” ungkap istri Dandim 0909/Sangatta Letkol Inf Kamil Bahren Pasha itu.

Lidya menambahkan, dirinya akan mencoba membicarakan persoalan di SLB Sangatta kepada istri wakil bupati, istri kapolres. “Kami berharap ada masukan yang berarti. Supaya hal ini tak sekadar jadi wacana, agar didorong ke usulan yang memungkinkan,” ujarnya.

Sementara itu, Dandim 0909/Sangatta Letkol Inf Kamil Bahren Pasha mengatakan, walaupun tak begitu besar, pihaknya bersama Persit Chandra Kartika memberi bantuan yang berniat mulia.

"Akan kami sampaikan kepada pemerintah terkait hal yang perlu ditambahkan untuk sekolah ini (SLB). Bahwa, SLB Sangatta ini sangat penting bagi daerah, karena menampung dan mendidik anak disabilitas," ucap Kamil.

Kepala SLB Sangatta Aristo menjelaskan, SLB yang berdiri pada 2011 tersebut, mulanya hanya bangunan kosong dengan rumput yang lebih tinggi dari gedungnya. Tapi lambat laun semakin banyak warga yang menyekolahkan anaknya di sana.

"Awalnya kami mencari sendiri siswa untuk disekolahkan di SLB. Kini jumlah siswa SLB Sangatta sudah mencapai 120 anak. Jumlah yang banyak ini bukan kebanggaan, tapi membuat sedih, karena kami belum sepenuhnya berhasil membuat mereka bisa hidup mandiri," papar Aristo. (mon/kri/k8) 

Editor : octa-Octa