Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Perketat Pengawasan Transportasi, Hasil Tes Positif Dipulangkan ke Daerah Asal

izak-Indra Zakaria • Rabu, 13 Mei 2020 - 17:00 WIB
Suasana di check in bandara SAMS Sepinggan Balikpapan.
Suasana di check in bandara SAMS Sepinggan Balikpapan.

Tak mau menambah beban, Pemkot Balikpapan memberlakukan cek ketat bagi penumpang datang-pergi. Ada indikasi positif Covid-19 tak boleh berangkat. Sementara bagi pendatang langsung dipulangkan ke daerah asal.

 

BALIKPAPAN – Pemkot Balikpapan memperketat pengawasan penumpang di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan. Semenjak penerbangan komersial dibuka kembali, penumpang baik datang dan pergi tetap menjalani pemeriksaan kesehatan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan melaporkan dari proses screening penumpang, ada 3 orang reaktif Covid-19. Hal ini membuat mereka akhirnya tidak dapat berangkat. Ada yang ingin bertolak menuju Surabaya, Pontianak, dan kunjungan ke site.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi menyebutkan, pihaknya akan terus memperketat pengawasan karena tidak ingin kecolongan. Penumpang pun harus batal berangkat agar jangan sampai menjadi persoalan di tempat tujuan. “Mohon maaf bagi calon penumpang, mungkin bisa jadi tidak berangkat karena dilakukan pemeriksaan di bandara,” ujarnya.

Hal yang sama juga berlaku bagi penumpang yang tiba di Balikpapan. Jika hasil pemeriksaan positif, maka penumpang akan mendapat pemberlakuan protokol Covid-19. “Kalau kedapatan positif kita minta kembali ke daerah asalnya, kalau tidak tegas nanti bisa menjadi beban dan menambah persoalan kita,” ungkapnya.

Sehingga walau penumpang sudah menjalani rapid test di tempat asal, mereka yang memiliki potensi perlu menjalani tes lagi di Kota Minyak. Dia merasa masih perlu melihat situasi di bandara. “Kita tetap bersikeras kalau penerbangan menjadi potensi yang membahayakan, maka kita minta tidak diizinkan ada penerbangan,” sebutnya.

Saat ini pihaknya masih melihat situasi dalam beberapa hari ke depan. Jika masih terlihat ada akal-akalan dari penumpang dan potensi menambah penyebaran, akan diambil tindakan.

“Kita bersurat lagi ke Ditjen Perhubungan Udara atau Kemenhub baik menyangkut moda transportasi udara laut dan darat,” bebernya.

Pihaknya saat ini sedang mencermati aktivitas transportasi darat dan laut yang sudah dibuka kembali. Rizal mengaku ada kekhawatiran dari transportasi laut. Sebab lebih sulit untuk mengendalikan. Menurutnya jalur melalui bandara mungkin lebih konsisten. Mengingat yang boleh berangkat seperti petugas kesehatan, keluarga sakit, pejabat, TNI, dan sebagainya.

“Kalau di kapal ini takutnya banyak akal-akalan penumpang gelap yang sebenarnya tujuan mudik, tapi pakai surat kesehatan atau keterangan dari desa dan kecamatan saja,” tuturnya. Kini Pemkot Balikpapan sedang mempertimbangkan untuk menolak dari jalur transportasi laut.

Sementara itu, Kepala DKK Balikpapan Andi Sri Juliarty menegaskan, terdapat fasilitas kesehatan yang menjadi rekomendasi pemeriksaan kesehatan dan rapid test untuk keberangkatan. Yakni RS Dr Kanujoso Djatiwibowo, RS Pertamina Balikpapan, RS Siloam, Klinik Laboratorium Prodia, Klinik Mirabel, dan Klinik Lentera.

“Beberapa masyarakat datang ke puskesmas, jadi kami luruskan bahwa puskesmas tidak menerbitkan surat kesehatan keberangkatan,” tuturnya. Sebab dalam menerbitkan surat itu, maka yang bersangkutan harus menjalani pemeriksaan rapid test. Sementara puskesmas tidak memiliki fasilitas pemeriksaan tersebut. (gel/ms/k18)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Seputar Balikpapan