Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Paser Masih Surplus Padi

izak-Indra Zakaria • 2021-06-02 13:31:52
ilustrasi
ilustrasi

TANA PASER - Data Dinas Ketahanan Pangan Paser menunjukkan produksi padi 2020 di kabupaten ini mencapai 30 ribu ton. Itu dianggap masih surplus karena konsumsi hanya sekitar 24 ribu ton per tahun. Namun, di 2021 ini harus tetap konsisten, agar tidak bertambah desa rawan pangan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Paser Taharudin mengatakan, sisa dari 30 ribu ton produksi 2020 lalu sekitar 6 ribu ton, hanya bertahan dua bulan, sehingga petani diharapkan meningkatkan produksinya.

“Kita perlu cadangan pangan agar tidak terjadi krisis atau rawan pangan,” kata Taharudin belum lama ini usai membahas Raperda Ketahanan Pangan bersama DPRD Paser.

Saat ini, lanjut Taharudin, ada 30 desa rawan pangan yang tersebar di delapan kecamatan di Paser. Indikator rawan pangan ialah tidak hanya ketersediaan pangan, tapi juga akses, daya beli masyarakat, dan  kesehatan warga setempat.

Menurutnya, tiap desa dan kecamatan perlu menyiapkan cadangan pangan, agar ketika terjadi krisis pangan, tidak bergantung dari daerah luar. Itulah dasar dari pembuatan Raperda Ketahanan Pangan. Beras masih menjadi komoditas pangan utama yang dikonsumsi masyarakat di Paser.

Anggota Panitia Khusus (Pansus) II DPRD Paser Budi Santoso yang menggodok raperda itu mengatakan, tujuan adanya raperda tersebut agar tiap desa bahkan individu keluarga di Paser bisa mandiri pangan. Termasuk bercocok tanam yang tepat sasaran.

“Selain itu, jika hasil pangan per desa surplus, perusahaan sekitar perlu menyerap hasil pangan warga,” kata Budi. (jib/kri/k16)

 

Editor : izak-Indra Zakaria
#paser