Di tengah pandemi, bisnis kesehatan dan farmasi termasuk klinik serta rumah sakit sedang dilirik investor. Tak terkecuali berlomba membangun fasilitas kesehatan serba wah di IKN.
BALIKPAPAN-Industri rumah sakit bersiap ekspansi ke Ibu Kota Nusantara di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara. Selain pihak swasta, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan membangun rumah sakit vertikal. Jika proyek itu rampung, maka ini merupakan rumah sakit vertikal pertama milik Kemenkes di Kalimantan.
Hal itu disampaikan langsung Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan (Dirjen Yankes) Kemenkes Abdul Kadir saat berkunjung ke Balikpapan pekan lalu. Dia mengungkapkan, rumah sakit vertikal pertama di Kalimantan itu berskala internasional. “Setingkat dengan RSCM (Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr Cipto Mangunkusumo di DKI Jakarta),” katanya. Dia melanjutkan, rumah sakit vertikal Kemenkes direncanakan dibangun di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Lokasinya berada di antara Desa Bumi Harapan dan Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Sepaku.
Guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar ini menuturkan, setelah mendapat sosialisasi tentang sarana apa yang akan dibangun di IKN, Kemenkes akhirnya berencana membangun satu rumah sakit vertikal yang selain memiliki fasilitas pelayanan lengkap, dan sebagai rumah sakit rujukan, juga berfungsi sebagai rumah sakit pendidikan utama.
“Tetapi tepatnya di mana, kita masih berproses,” kata pria berkacamata itu. Dikutip dari laman http://sirs.yankes.kemkes.go.id, rumah sakit vertikal saat ini berjumlah 33. Terbanyak berada di DKI Jakarta. Jumlahnya 10 rumah sakit. Di antaranya, RSUP Fatmawati, RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo, RS Kanker Dharmais, RS Anak dan Bunda Harapan Kita, dan RS Penyakit Infeksi Prof Dr Sulianti Saroso.
Di luar Pulau Jawa, rumah sakit vertikal yang berada di bawah komando Kemenkes berada di Provinsi Bali, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Sumatra Selatan. Selain Kemenkes, pihak lain yang menyatakan ketertarikannya membangun rumah sakit di IKN adalah PBNU, Muhammadiyah, dan Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre (RS MMC).
Sementara itu, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim Junaidi menerangkan, pada pembangunan IKN, ada sembilan Bagian Wilayah Perencanaan (BWP) yang akan dibangun secara bertahap hingga 2045. Di mana, yang akan dituntaskan lebih dahulu hingga 2024 adalah BWP 1 KIPP IKN. Dengan target area terbangun di 2024 adalah kompleks Istana Presiden (55,7-100 hektare) dan Istana Wakil Presiden (14,85 hektare).
Lalu, klaster perkantoran kementerian/lembaga, Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), serta personel pertahanan dan keamanan (Hankam) di atas lahan seluas 38,09 hektare. Juga perumahan ASN dan personel Hankam beserta fasilitas sosial dan fasilitas umum seluas 2.555 hektare. Junaidi menerangkan, yang akan prioritas dibangun adalah kawasan sumbu kebangsaan dan Tripraja. Seperti Plaza Seremoni, Plaza Sipil, Plaza Bhinneka Tunggal Ika seluas 32,72 hektare.
“Ini yang harus diselesaikan 2024. Insyaallah nanti permulaan pembangunan pada semester kedua 2022 ini. Di bulan Juni,” terang Junaidi. Mengenai pembangunan rumah sakit di KIPP IKN, sebut dia, masuk kategori BWP IKN Selatan atau BWP 3-Layanan Kesehatan. Pada sub BWP 3 tersebut, nantinya dibangun rumah sakit internasional, hunian ASN, dan umum yang lokasinya direncanakan berada di antara Desa Bumi Harapan dan Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Sepaku.
Pembangunannya dibagi atas dua tahapan seluas 1.928 hektare. Pada tahap 3A, akan dilaksanakan pada 2041-2043. Lalu Tahap 3B tahun 2044-2045. “Selebihnya secara bertahap. Akan dilanjutkan setelah 2024,” jelasnya. (riz/k16)
RIKIP AGUSTANI
Editor : izak-Indra Zakaria