Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Pelaku Penembak 19 Siswa SD di Texas Tewas, Miliki Senjata Usai Ultah Ke-18

izak-Indra Zakaria • 2022-05-26 13:21:23
DITEMBAK MATI: Tampang Salvador Ramos, pelaku penembakan di sekolah dasar di Texas. Dia ditembak mati oleh petugas kepolisian. (Screenshot News.com.au)
DITEMBAK MATI: Tampang Salvador Ramos, pelaku penembakan di sekolah dasar di Texas. Dia ditembak mati oleh petugas kepolisian. (Screenshot News.com.au)

Salvador Ramos, pemuda 18 tahun, yang membunuh sedikitnya 19 siswa dan 2 guru di sebuah sekolah SD di Texas, AS, ternyata memperoleh senjata setelah ulang tahun ke-18, pada 16 Mei 2022.

WASHINGTON DC–Senjata hadiah ulang tahun itu yang digunakan untuk melakukan penembakan brutal di sekolah dasar. Seperti laporan The Washington Post, di AS, beberapa negara bagian (termasuk Texas), terkait izin memiliki senjata berdasar batasan usia minimum. Sementara undang-undang federal melarang anak-anak di bawah usia 18 tahun untuk memiliki pistol.

Sebelum penembakan brutal, Ramos yang merupakan siswa sekolah menengah atas itu membagikan dua foto amunisi dan senjata di media sosialnya. Dalam salah satu fotonya, dia menandai akun Instagram seorang perempuan yang tidak dikenalnya.

Pada pagi hari penembakan, Selasa (24/5), Ramos dan perempuan itu memulai percakapan. Pelaku mengisyaratkan bahwa dia memiliki sesuatu untuk dikatakan. “Aku akan mengirimimu pesan dalam satu jam,” tulisnya. “Tapi kamu harus menjawab,” tambahnya. “Aku punya sedikit rahasia,” katanya.

Pesan-pesan menakutkan itu dikirim pada pukul 07.33 pagi, hanya beberapa jam sebelum tembakan pertama dilaporkan pada pukul 11.43 waktu setempat. Perempuan itu menjawab santai. “Saya mungkin akan tidur siang karena saya sedang sakit,” kata sang perempuan.
Setelah penembakan, perempuan yang tinggal di luar Texas itu mengatakan, pesan acak Ramos membuatnya merasa takut dan tidak nyaman. Dia mengatakan hanya menanggapi pesannya karena dia takut padanya dan mengatakan dia menyesal tak mencoba untuk mencegah Ramos melakukan kejahatannya.

“Dia orang asing, saya tidak tahu apa-apa tentang dia. Dia memutuskan untuk menandai saya di foto senjatanya. Saya sangat menyesal untuk para korban dan keluarga mereka, saya benar-benar tidak tahu harus berkata apa,” tulisnya.

Perempuan itu mengatakan sejak penembakan itu dia menerima pesan yang mengklaim bahwa dia adalah pacar Ramos, atau kaki tangan dari penembakan itu. Dia membantah tuduhan yang muncul. “Saya tidak mengenalnya dan saya bahkan tidak tinggal di Texas,” tulisnya dalam satu posting-an.

Ramos dilaporkan meninggalkan kendaraannya dan memasuki sekolah dasar dengan membawa pistol. Dia dikatakan juga membawa senapan laras panjang saat melakukan aksinya menurut Gubernur Texas Greg Abbott. Ramos ditembak mati oleh petugas perbatasan yang langsung menuju sekolah saat insiden terjadi. (jpc/luc/k8)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Mancanegara