SAMARINDA- Pemkot Samarinda sedang gencar-gencarnya membangun infrastruktur jalan untuk memperlancar arus lalu lintas. Salah satu proyek yang tengah berlangsung adalah pembangunan jalan baru yang menghubungkan Jalan Damai 2, Kelurahan Sidodamai, atau Jalan Merdeka Timur (Jalan Kuburan Cina), Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang, menuju Jalan Sultan Sulaiman, Kelurahan Sambutan Kecamatan Sambutan (depan Pelita 3).
Akses baru itu diharapkan mengurangi beban kendaraan yang biasanya melintas di Jalan Otto Iskandardinata (Otista) atau dikenal sebagai Gunung Manggah, dari arah kota atau Kecamatan Sungai Pinang menuju Sambutan. Selain itu, jalan baru tersebut dapat meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas warga di kedua kecamatan tersebut.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Samarinda Budy Santoso mengatakan, panjang jalan baru tersebut sekitar 2,8 kilometer dengan total kebutuhan anggaran Rp 28,9 miliar. Besarnya kebutuhan tersebut membuat anggaran dibagi dalam dua mata anggaran. Pertama pada APBD Murni 2023 dialokasikan Rp 14,1 miliar dan APBD Perubahan 2023 sebesar Rp 14,8 miliar.
“Pekerjaan menggunakan anggaran murni telah dilaksanakan 100 persen. Yakni pematangan lahan dan pengecoran (rigid pavement) dengan panjang 302,5 meter dan lebar 6 meter di Jalan Kuburan Cina, dan panjang 494,75 meter dan lebar 5 meter di Jalan Damai 2,” ujarnya, Minggu (22/10).
Sementara itu, pekerjaan yang menggunakan anggaran perubahan saat ini dalam tahap persiapan oleh pihak ketiga, dan sudah berkontrak pada pekan kedua Oktober lalu. “Nantinya akan melanjutkan pematangan lahan dan pengecoran jalan, sekitar panjang 2.084 meter dengan lebar 5 meter sampai ke Jalan Sultan Sulaiman,” katanya.
Dia menjelaskan, salah satu tantangan proyek itu adalah saat pematangan lahan. Sebab, akses tersebut tergolong hutan. Kontur area yang berbukit serta rawa di beberapa titik membuat mobilisasi alat sedikit terhambat. “Kami bahkan banyak memotong bukit atau gunung agar akses aman dan nyaman dilintasi,” tambahnya. Dia menambahkan, pada pembangunan jalan baru, pemkot mendapat hibah tanah dari warga setempat, sehingga tidak diperlukan biaya pembebasan lahan. Pihaknya menyampaikan terima kasih kepada semua warga yang sudah mau menghibahkan tanahnya.
“Targetnya open traffic akhir Desember mendatang. Semoga proyek bisa berjalan sesuai rencana,” tutupnya. (dra/k16)
DENNY SAPUTRA
@dennysaputra46
Editor : izak-Indra Zakaria