Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Perencana Kota Luar Negeri “Blusukan” di IKN

izak-Indra Zakaria • 2023-11-07 19:00:00
Photo
Photo

SEPAKU-Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kaltim menarik minat para perencana kota luar negeri. Kemarin (6/11), puluhan perencana kota dari UN-Habitat, menyambangi lokasi pembangunan Nusantara di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Ada empat lokasi yang dikunjungi. Yakni Titik Nol Nusantara, kemudian Menara Pandang di lokasi Sumbu Kebangsaan Barat untuk melihat progres pembangunan Istana Negara dan kantor kementerian lainnya. Selanjutnya, hunian pekerja konstruksi, dan diakhiri menyambangi Techno House Nusantara untuk melihat teknologi masa depan yang akan diterapkan di IKN.

Deputi Bidang Perencanaan dan Pertanahan Otorita IKN Mia Amalia yang mendampingi kunjungan itu menuturkan, banyak hal yang bisa menjadi rujukan dalam mengembangkan perencanaan kota di IKN. Seperti perlunya merencanakan sebuah kota yang ramah anak dan perempuan.

“Pada diskusi awal, mereka juga banyak punya pengalaman mendalami kultur lokal. Dan melakukan pemetaan dalam perencanaan kota tersebut. Makanya kita banyak belajar dan bertukar pikiran dengan mereka. Apalagi pertemuan ini menjadi sangat penting karena acara internasional pertama bagi Otorita IKN yang diselenggarakan bekerja sama dengan organisasi internasional,” kata perempuan berkerudung ini.

Kunjungan ke lokasi pembangunan Nusantara merupakan rangkaian dari “6th Spatial Planning Platform (SPP) Conference” yang dilaksanakan di Hotel Novotel, Balikpapan mulai 6 hingga 8 November 2023. Event tersebut diselenggarakan untuk memperingati Hari Perencanaan Kota Dunia atau World Town Planning Day. Juga tindak lanjut kerja sama antara Otorita IKN dengan UN-Habitat atau badan dari Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yang khusus menangani program permukiman manusia.

“Melalui site visit dan konferensi yang akan berlangsung selama dua hari ini, kami ingin lebih banyak pada pertukaran pikiran atau knowledge sharing. Dengan para perencana kota dari luar negeri,” tuturnya. Mia melanjutkan, UN-Habitat memiliki pengalaman panjang dan ahli dalam hal perencanaan kota di dunia. Perencanaan kota (urban planning) dan teritorial planning (perencanaan regional) yang digodok Otorita IKN disebutnya sejalan dengan program UN-Habitat.

“Dan juga kalau buat kami pentingnya akan digunakan sebagai perencanaan dengan daerah mitra IKN. Baik itu Provinsi Kaltim, maupun kabupaten/kota di sekitar IKN. Seperti PPU, Balikpapan, Kukar, dan Samarinda,” ungkap Mia. Staf Khusus Bidang Manajemen Pengetahuan Kepala Otorita IKN Cahyadi Indrananto menambahkan, tema urban planning dan teritory planning yang dibahas dalam konferensi internasional ini, adalah salah satu hal penting yang menarik perhatian para perencana kota dari luar negeri.

Mereka, sebut Cahyadi, sangat jarang melihat sebuah kota atau teritori yang dirancang dari nol. Sehingga menjadi pengalaman berharga untuk melihat dan mempelajari perencanaan pembangunan yang ada di IKN ini. “Jarang-jarang kita melihat sebuah kota atau teritori yang dirancang dari nol. Jadi ini pengalaman berharga juga bagi para internasional planner. Tidak setiap hari, kita membangun kota. Maka kesempatan yang bagus untuk melihat kota dibangun dari nol dan bagaimana kita mengantisipasi kelebihan dan kekurangan pembangunan dari tempat lain,” ucapnya.

Oleh karena itu, melalui konferensi internasional yang digelar di Balikpapan, para perencana kota dari luar negeri maupun dari dalam negeri, bisa berbagi ilmu pengetahuan untuk menyusun perencanaan Nusantara yang akan dibangun hingga 2045. “Ini pengalaman yang bagus sekali. Dan mereka ingin belajar dari IKN. Dan sebaliknya kita juga ingin belajar dari mereka. Untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Jadi ada pertukaran pengetahuan,” jelas Cahyadi.

Sementara itu, Bruno Derco selaku Regional Representative UN-Habitat Regional Office for Asia and the Pacific menyampaikan, misi UN-Habitat adalah untuk memastikan tidak ada seorang pun yang tertinggal, dan tidak memiliki tempat yang tinggal. Kunjungan ke IKN yang dilanjutkan dengan konferensi internasional, sebut dia, akan membahas tentang kota dan perumahan yang lebih baik.

“Kami mendatangkan sekelompok ahli, kami menyebutnya perencanaan wilayah nasional. Dan ini tentang memastikan bahwa seluruh negara dapat berkembang. Tidak ada satu pun wilayah yang tertinggal. Dan Indonesia sedang melakukan proyek yang sangat ambisius untuk memindahkan ibu kotanya. Itu tidak terjadi setiap hari. Sehingga menjadi perhatian kami, untuk bertukar pengetahuan dalam hal perencanaan wilayah ini,” ungkapnya. (riz/k8)

 

 

Rikip Agustani

ikkifarikikki@gmail.com

Editor : izak-Indra Zakaria
#ibu kota negara