Taman Bebaya di Jalan Slamet Riyadi, Samarinda kembali ditutup setelah ada laporan warga yang gatal-gatal diduga terkena ulat bulu. Ulat itu memakan daun pohon rumbai padi di tepi Sungai Mahakam. Penanganan sedang dilakukan dengan menyemprotkan formula antihama.
SAMARINDA - Pejabat Fungsional Pengendalian Dampak Lingkungan, Bidang Tata Lingkungan dan Pertamanan, DLH Samarinda, Ronny Alfiany mengatakan bahwa penutupan dilakukan sejak Selasa (12/12) lalu. Petugas kebersihan di Taman Bebaya melaporkan gatal-gatal di beberapa bagian tubuh yang diduga kena ulat bulu. Juga ada laporan serupa dari masyarakat sekitar.
"Kami ambil tindakan menutup sementara taman tersebut sambil kami lakukan penanganan," ucapnya, Jumat (15/12).
Dia menerangkan bahwa kejadian ini masih diteliti, tapi diduga imbas perubahan cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini. Kejadian ini merupakan kedua kali dalam dua bulan belakangan ini. "Bisa jadi juga karena hewan yang biasa memangsa ulat bulu seperti burung kian berkurang," ujarnya.
Terkait penanganan lanjutan, sementara pihaknya memantau perubahan kondisi penyebaran setelah penyemprotan hama yang dilakukan pada Kamis (14/12) lalu. Berkaca dari penanganan sebelumnya, perlu dilakukan 2–3 kali penyemprotan.
Namun, apakah pohon tersebut masih layak berada di sana, Ronny mengaku keberadaan pohon rambai padi di sana menjadi penahan erosi dari Sungai Mahakam, serta turut menjaga ekosistem yang hidup di bawahnya, baik ikan maupun hewan lainnya. "Semoga bisa segera diatasi. Sementara kami tangani dulu, sambil berkoordinasi ke OPD lainnya," tandasnya.
Dia berpesan kepada warga untuk sementara tidak mengunjungi Taman Bebaya karena ditakutkan akan berdampak gatal-gatal. Sementara pihaknya terus memantau perkembangan di lapangan. "Jika kondisi sudah membaik, taman akan dibuka kembali," tandasnya.
Sebelumnya, Taman Bebaya sempat ditutup pada Selasa (7/11) lalu imbas keberadaan ulat bulu yang memakan daun pohon rambai. Penutupan berlangsung sekitar 1–2 minggu karena hama tersebut dianggap bisa ditangani. (kri/k16)
DENNY SAPUTRA
@dennysaputra46
Editor : izak-Indra Zakaria