Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

“Jangan Balik Lagi, Bro”

rusli-Admin Sapos • Jumat, 30 Agustus 2019 - 04:24 WIB

SETELAH sehari sebelumnya wali kota Samarinda Syaharie Jaang bersama Kapolda Kaltim Irjen Pol Priyo Widyanto meresmikan posko terpadu Segiri Bersih dari Narkoba (Bersinar) di area Pasar Segiri, sebagai wujud komitmen wali kota memerangi narkoba, kini giliran Balai Rehabilitasi Narkotika BNN Kaltim di Tanah Merah dikunjunginya bersama jajarannya, Kamis (29/8) pagi. Kunjungan kerja wali kota ke Balai Rehabilitasi Narkoba dimanfaatkan untuk memberi motivasi bagi peserta rehabilitasi atau biasa di sana disebut klien, dan memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi balai tersebut.

Kepala Balai Rehabilitasi Narkotika BNN Kaltim dr Bina Ampera Bukit Mkes memberikan apresiasi luar biasa kunjungan kerja wali kota bersama jajarannya yang pagi itu komplet. Mulai Kepala BNN Samarinda AKBP Siti Zaekomsyah, kepala Dinas Kominfo Aji Syarif Hidayatullah, Kepala Dinas Pendidikan Asli Nuryadin, kepala Dinas Sosial Ridwan Tasa, kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Toni Suhartono, Camat Samarinda Utara Syamsu Alam dan beberapa pejabat lainnya.

Bina juga menyampaikan presentasi terkait program terhadap klien-klien Balai Rehabilitasi yang berkapasitas 214 orang. Dalam paparannya, disebutkan balai yang diistilahkannya dengan Universitas Bareta atau Balai Rehabilitasi Tanah Merah ini beroperasi sejak November 2013 dengan lahan luas 7,5 Hektar dan dipergunakan 2,5 Ha. “Tapi Pak wali lahan yang dari Pemkot ini cuma pinjam pakai. Harapan kami supaya dihibahkan. Selain kendala tanah, kami juga terkendala masalah air. Dimana PDAM belum masuk ke sini. Mohon juga supaya program Kejar Paket di sini,” harapnya.

Mengawali sambutannya, Walikota yang komitmen dengan pemberantasan narkoba ini langsung menyambut baik berbagai usulan tadi.
“Tadi kami sudah bicarakan dengan kepala BPKAD. Makanya sengaja saya bawa pasukan komplit. Insya Allah kita akan hibahkan tanahnya setelah tidak ada masalah administrasi. BNN ini tugasnya luar biasa, kita harus dukung,” ucap walikota semangat.

Jaang bercerita sewaktu wawali yang mana juga sebagai Ketua BNK, saat itu berhasil membangun sekretariat BNK. “Rasanya baru kita yang punya sekretariat. Kami waktu itu minta ke Pak Wali untuk dibangunkan sekretariat. Pak Dayat (Aji Syarif Hidayatullah, Red) saat itu sebagai sekretaris BNK. Kami sering penyuluhan bersama,” imbuhnya. Bahkan, lanjut Jaang kantor BNN Kota Samarinda di Jalan Anggur sekarang ini pun tanahnya dari Pemkot Samarinda.

Masih dalam sambutannya, Jaang juga mengagumi bakat dari klien-klien Bareta tadi saat tampil bermain band diawal pertemuan.
“Saya tidak alergi dengan anak-anak kita ini. Bahkan saya sampaikan ke Camat dan lurah, agar jika ada kegiatan mereka dilibatkan. Jangan melihat latar belakang sosial. Mereka ini juga korban narkoba. Mungkin ada yang karena kurang percaya diri, ada juga yang merasa tidak dianggap dan persoalan dengan orang tua. Disinilah kita beri kesempatan,” pinta Jaang.

Makanya Jaang akan meminta agar PKK dan istri pejabat diberikan penyuluhan di balai rehab ini, supaya tidak salah asuh. “Pola asuh dan komunikasi tidak efektif. Anak tidak diberi kesempatan ngomong, ini salah pola asuh. Sehingga si anak sering keluar dan bergaul yang salah,” tegas Jaang.

Oleh karena itu Jaang sangat mengapresiasi program yang sudah dijalankan di Bareta ini. “Ikuti rehab di sini sampai lulus. Jangan sampai tidak lulus. Kalau sudah lulus, jangan balik lagi Bro (panggilan akrab peserta Rehab di Balai, Red). Boleh kembali ke sini, tapi sebagai penyuluh yang juga pengusaha sukses,” pungkas Jaang.(s/kmf2/beb)

Editor : rusli-Admin Sapos