Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Semua BBM Nonsubsidi Turun Harga Sejak 1 Januari, Antrean di SPBU Diharap Berkurang

izak-Indra Zakaria • 2024-01-03 10:37:32
MENYESUAIKAN: Salah satu faktor pertimbangan Pertamina menurunkan harga BBM nonsubsidi karena harga minyak dunia juga turun.
MENYESUAIKAN: Salah satu faktor pertimbangan Pertamina menurunkan harga BBM nonsubsidi karena harga minyak dunia juga turun.

Disparitas harga antara BBM subsidi dengan nonsubsidi kini tak terlampau berjarak. Kondisi ini diharapkan berdampak positif pada antrean kendaraan di SPBU.


TANJUNG REDEB - Awal tahun ini Pertamina kembali menurunkan harga BBM nonsubsidi, seperti pertamax dan dexlite. Tentu saja kebijakan ini disambut gembira masyarakat.

“Sejak antrean pertalite di SPBU sangat panjang, saya akhirnya beli pertamax walau harganya mahal, yang penting tidak antre lama. Tapi kalau sekarang pertamax turun, tentu kami sangat senang,” ucap seorang warga, Rendy.

Sementara, Sales Brand Manajer Pertamina Rayon VI Katimtara Gatot Subroto mengatakan, ada beberapa faktor turunnya harga BBM nonsubsidi yang berlaku secara nasional.

"Hal itu bisa dipengaruhi harga minyak dunia yang turun, atau stok di masing-masing kilang dunia melimpah. Beberapa hal itu yang menyebabkan harga BBM turun, dan masih banyak faktor lainnya,” terangnya.

Penurunan harga yang dilakukan Pertamina yaitu semua jenis BBM nonsubsidi. Adapun BBM subsidi yang menentukan harga itu pemerintah.  "Jadi BBM nonsubsidi ini mulai turun per 1 Januari kemarin, berlaku di Berau juga," ucapnya.

Adapun BBM nonsubsidi yang turun harga yaitu pertamax sebelumnya Rp 13.350 menjadi Rp 12.950 per liter.  Pertamax turbo sebelumnya Rp 15.550 menjadi Rp 14.400 per liter. Untuk Pertamina dex sebelumnya Rp 16.200 menjadi Rp 15.100 per liter. Adapun pertamax green 95 harga sebelumnya Rp 14.900 menjadi Rp 13.900 per liter.

"Untuk pertalite, harganya tetap yaitu Rp 10.000 per liter, karena subsidi jadi penentuan harga ditentukan pemerintah," katanya.

Saat ini pihak Pertamina mengembalikan pilihan kepada masyarakat, tetap menggunakan BBM subsidi tapi sulit didapatkan karena harus mengantre, atau memilih BBM nonsubsidi yang lebih mudah didapatkan dan kualitas BBM-nya terjamin lebih bagus.

"Kalau pun masyarakat membeli eceran di pertamini yang saat ini banyak di pasaran, saya rasa kualitas BBM belum sepenuhnya baik dan takarannya tidak bisa dijamin pas satu liter, karena belum ada aturan yang mengawasi mereka tentang tera," tutupnya. (adm/ind/k16)

Editor : izak-Indra Zakaria