Advertorial Balikpapan Bisnis Bola Daerah Bola Dunia Hiburan Hoax IKN Internasional Kesehatan Kriminal Lifestyle Nasional Pemerintahan Politik Pro Kalimantan Prokal Balikpapan Prokal Berau Prokal Kaltara Prokal Kaltim Prokal News Ramadan Samarinda Sport Teknologi

Fasilitas Kampus STAIS Kutim Rusak dan Tak Terawat, Mahasiswa Protes, Ketua Tidak Membantah                             

M Khaidir • 2024-02-12 18:00:00

BUTUH PERHATIAN: Rimbunnya rumput di area Kampus STAIS dan beberapa fasilitas kampus yang mengalami kerusakan. (Khaidir/Kp)
BUTUH PERHATIAN: Rimbunnya rumput di area Kampus STAIS dan beberapa fasilitas kampus yang mengalami kerusakan. (Khaidir/Kp)
 

SANGATTA-Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Sangatta (STAIS) Kutai Timur (Kutim) mengeluhkan kondisi kampus mereka. Itu terlihat dari video yang dibuat salah satu mahasiswa yang memprotes fasilitas kampus. “Helmku memang bogo tapi kalau kamu lihat fasilitas kampusku bikin kamu melongo,” narasi di video tersebut.

Dari video singkat itu menampilkan kondisi kampus di antarnya, plafon ruang belajar dan masjid yang rusak, toilet umum dan gazebo-gazebo tidak terawat, hingga rumput di area kampus tampak rimbun.

Saat dikonfirmasi, Ketua STAIS Satriah tak membantah hal tersebut. Kata dia, yang mengalami kerusakan parah dan sering mendapat keluhan, yaitu sarana dan prasarana (sarpras).

“Itu sudah saya sampaikan kepada yayasan, beberapa upaya juga telah saya lakukan tapi belum adanya respons. Itu pun yang kami lakukan tanpa sepengetahuan mereka, karena kami tidak diizinkan untuk bergerak di ranah tersebut,” ungkapnya lewat telepon, Minggu (11/2).

“Foto dan keadaan lingkungan telah kami sampaikan, jalan dan masjid semua telah kami sampaikan sebagai bukti data akan ketidaklayakan lingkungan dan bangunan,” lanjutnya.

Sementara, terkait bantuan dari pemerintah daerah, pihaknya hingga saat ini belum mendapatkan titik terang, sehingga ia terus melakukan segala upaya untuk menyelesaikan masalah tersebut.

“Bupati pada 2022 lalu saat melepas mahasiswa KKN kami, beliau melihat langsung dan menyarankan untuk segera diusulkan, atas instruksi tersebut kami sampaikan kepada yayasan karena kami dari lembaga tidak ada ruang dalam hal tersebut,” bebernya.

Selanjutnya, kata dia, pada 2023 asisten I pemkab juga mendesak untuk mengajukan beberapa perbaikan. “Jika yayasan tidak mau repot kami bikin tim agar segera terselesaikan, tetapi yayasan mengatakan jangan tugas ibu hanya fokus ke tridarma perguruan tinggi, jadi kami tidak dapat terlalu jauh,” katanya.

Satriah menambahkan, hingga saat ini pihaknya kekurangan sumber daya manusia di bidang kebersihan, tercatat hanya satu orang.

“Baru saat ini yang sedikit maksimal. Pada kepemimpinan sebelumnya, kami juga telah diskusikan hal tersebut, agar kami ada jatah untuk melakukan kebersihan itu. Namun, hal itu hingga saat ini belum ada tindak lanjut,” imbuhnya.

Ia juga berharap, agar adanya perhatian pemerintah terkait normalisasi drainase di wilayah kampus, di mana saat ini rumput di kawasan tersebut juga rimbun.

“Mohon itu kami minta drainase itu dapat dilakukan penormalisasian, karena plang depan itu hampir tertutupi, sehingga kami inisiatif rental alat berat untuk bersihkan itu dan kami estimasi Rp 15 juta,” katanya. (*/kai/far/k15)

Editor : Indra Zakaria
#kutim