Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Setelah Sempat Koit, Videotron Miliaran Itu Hidup Lagi setelah Kanibal Mesin

Ari Arief • 2024-03-30 08:40:12

NYALA SEBAGIAN: Dua dari tiga videotron di PPU kini hidup lagi setelah dilakukan kanibal mesin. Satu videotron di Petung mengalami kendala power, sehingga menyala sebagian.(ari/kp)
NYALA SEBAGIAN: Dua dari tiga videotron di PPU kini hidup lagi setelah dilakukan kanibal mesin. Satu videotron di Petung mengalami kendala power, sehingga menyala sebagian.(ari/kp)
 

 

PENAJAM-Dua dari tiga light emitting diode (LED) display atau videotron di Penajam Paser Utara (PPU) yang mangkrak selama bertahun-tahun, akhirnya hidup kembali pada Selasa (26/3). Kedua videotron tersebut terletak di Waru, Kecamatan Waru, dan Petung, Kecamatan Penajam, PPU.

Namun, untuk videotron di Petung yang sempat menyala penuh, akhirnya saat sore power LED mengalami kerusakan, sehingga menyala sebagian. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) PPU Khaerudin, mengatakan, kedua videotron tersebut hidup kembali setelah dilakukan kanibal mesin. “Kanibal mesin itu diambilkan dari satu sama lain di antara videotron yang ada, dan ternyata cocok. Alhamdulillah, akhirnya dua dari tiga videotron yang ada di Petung dan Waru itu sekarang hidup. Sekarang tinggal videotron yang di Penajam ini masih menunggu alatnya,” kata Khaerudin, Rabu (27/3).

Lebih lanjut, Khaerudin menjelaskan bahwa videotron di Penajam masih menunggu mesin kanibalan yang dipesan dari tempat lain. Hal ini dilakukan karena spare part atau onderdil ketiga videotron yang dipasang sejak 2015, seharga Rp 5,2 miliar, sudah tak diproduksi lagi. “Ibaratnya, videotron yang ada itu televisi tabung, dan sekarang memasuki era smart tv,” jelas Khaerudin. 

Menurutnya, kedua videotron yang sekarang aktif itu berpengaruh pada tingkat pembiayaan listrik, yang diperkirakan mencapai Rp 1 juta per bulan. “Biaya listriknya memang naik, tapi kan manfaatnya juga banyak. Masyarakat bisa melihat informasi-informasi penting dari pemerintah daerah,” ujar Khaerudin. 

Diharapkan, videotron di Penajam juga segera hidup kembali, sehingga masyarakat di seluruh wilayah PPU merasakan manfaatnya.

Seperti diwartakan, tiga videotron yang bertahun-tahun mangkrak itu jadi sorotan masyarakat. Salehuddin Muin, sekretaris Tim Sukses Pembentukan Penajam Jadi Kabupaten, mengatakan videotron tersebut seperti pajangan tanpa memberi manfaat. Padahal, jika dioptimalkan, videotron yang salah satunya dibangun di atas lahan tepi Jalan Propinsi, Km 8, Nipahnipah, Kecamatan Penajam, PPU itu dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) melalui retribusi iklan atau reklame yang dipasang pihak swasta.

 

 

“Kalaupun tidak untuk iklan, videotron berukuran layar 4x6 meter itu bisa digunakanpemerintah daerah selaku pemilik aset untuk kepentingan sosialisasi kebijakan atau program pembangunan,” kata Salehuddin Muin, Minggu (24/3). Terlebih lagi, lanjut dia, saat ini PPU mengusung moto Serambi Nusantara dan daerah penyangga Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Oleh karena itu, Salehuddin Muin menegaskan, pihak terkait harus memberikan perhatian terhadap keberlanjutan tiga videotron yang tersebar pada tiga lokasi tersebut agar dapat berfungsi. Berdasarkan catatan koran ini, tiga lokasi tersebut, yaitu 1 unit di Waru, Kecamatan Waru, dengan panel LED 1 layar; 1 unit di Petung, Kecamatan Penajam, dengan panel LED 2 layar, dan 1 unit di depan Gedung Olahraga (GOR) PPU Jalan Propinsi, Kilometer 8, Nipahnipah, Penajam, dengan panel LED 3 layar. Ketiganya berukuran layar 4x6 meter berbentuk lanskap itu dibeli melalui APBD PPU 2015 seharga total Rp 5,2 miliar. (far/k16)

 

ARI ARIEF

ari.arief@kaltimpost.co.id

 

 

Editor : Indra Zakaria
#ppu