Advertorial Balikpapan Bisnis Bola Daerah Bola Dunia Hiburan Hoax IKN Internasional Kesehatan Kriminal Lifestyle Nasional Pemerintahan Politik Pro Kalimantan Prokal Balikpapan Prokal Berau Prokal Kaltara Prokal Kaltim Prokal News Ramadan Samarinda Sport Teknologi

Mengamuk di Permukiman Padat, Satu Nyawa Melayang

Eko Pralistio • 2024-04-04 09:20:00

MEMBARA: Satu rumah di Jalan Gurami, Kelurahan Selili, Kecamatan Samarinda Ilir, menelan korban jiwa.
MEMBARA: Satu rumah di Jalan Gurami, Kelurahan Selili, Kecamatan Samarinda Ilir, menelan korban jiwa.

Sempitnya akses dan minimnya pasokan air membuat api dengan cepat menyala. Mengamuk di sebuah rumah yang terbakar di kawasan perbukitan.

 

CAHAYA menyala diikuti hawa panas membuat warga Jalan Gurami, Gang Bersama, RT 2, Kelurahan Selili, Kecamatan Samarinda Ilir, mendadak dibuat panik. Api muncul dan dalam waktu singkat langsung membesar.

          “Api, oi, api. Kebakaran,” teriak warga yang sedang bersantai. Suasana tenang di kawasan perbukitan, mendadak penuh kepanikan. Di handie talkie, informasi musibah itu saling bersahutan. “Informasi A1 (pasti) 65 (kebakaran) di Selili,” begitu bunyi relawan mengabarkan. Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Samarinda bergegas ke lokasi. Pun dengan relawan.

Daerah tersebut memang dikenal padat penduduk. Konturnya berbukit. Para penakluk api berkali-kali sulit mencari akses menuju titik api.

Sebelum pemadam berhasil menguasai si jago merah, warga sekitar turut berusaha meredam kebakaran. Padahal, tadi malam sebagian warga tengah menjalankan Tarawih. Para petugas dan relawan harus saling menyambung fire hose atau slang air untuk bisa menjangkau titik api lebih dekat. Setelah cukup lama, api berangsur-angsur bisa dikuasai meski sulit air. “Sekitar 45 menit kami meredam amukan api. Musibah itu menghanguskan satu rumah dan lahan,” terang Kabid Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Disdamkar Samarinda M Tegguh Setiawardana, Selasa (2/4).

 

Ada delapan posko dikerahkan. “Untuk penyebab masih tahap penyelidikan kepolisian. Setelah api bisa padam, tahap selanjutnya dilakukan pendinginan. Saat itu ada korban jiwa ditemukan,” imbuhnya.

Terpisah, Kapolsek Samarinda Kota Kompol Tri Satria Firdaus membenarkan insiden kebakaran tersebut menelan korban jiwa. Korban adalah Tirta (42). Ditemukan terlentang di atas kasur tempat ia tidur. "Saat kejadian almarhum sendiri di rumah, tapi kami masih mengumpulkan keterangan dari beberapa saksi yang ada di tempat kejadian," tuturnya saat dikonfirmasi kemarin.

Hingga kini penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Korps Bhayangkara sudah memasang garis polisi di lokasi yang terbakar. “Nanti, belum bisa kasih kesimpulan terkait penyebabnya. Kami harus cari tahu benar-benar informasi itu,” tegasnya.

          Menurut penjelasan Idup, pria yang masih memiliki hubungan saudara dengan korban, Tirta adalah keluarga dengan istrinya. “Dia kerjanya itu sebagai buruh pelabuhan. Omnya istri saya sih beliau itu,” ujar Idup. Menurut informasi yang diperoleh dari istrinya, Tirta mengalami sakit. “Kalau sakitnya enggak tahu, enggak bisa bangun (jalan), tapi baru aja (sakitnya),” sebutnya.

(dra2/k8)

 

EKO PRALISTIO

pralistioeko@gmail.com

Editor : Indra Zakaria