Salah satu pegawai Dinas Pariwisata Kubar Hendrikus Albert yang bertugas di Danau Aco mengatakan, fasilitas yang ada masih dalam perbaikan.
"Pengunjung masih normal, dan akan meningkat jika saat liburan," ungkapnya kepada Kaltimpost.id, Rabu (10/7/2024). Objek wisata ini wajib dikunjungi sebab memiliki keunikan tersendiri berbeda dengan danau lainnya. Danau Aco adalah danau yang berada di dataran tinggi dan dikelilingi gunung juga sebagai habitat flora dan fauna khas Kalimantan.
Objek wisata ini wajib dikunjungi sebab memiliki keunikan tersendiri berbeda dengan danau lainnya. Danau Aco adalah danau yang berada di dataran tinggi dan dikelilingi gunung juga sebagai habitat flora dan fauna khas Kalimantan.
Di balik pesona Danau Aco siapa sangka menyimpan sepenggal kisah pilu menurut kisah legenda yang dipercaya masyarakat setempat. Alkisah pada zaman dulu kala tepatnya di lokasi Danau Aco bermukim sepasang suami istri yang tinggal di rumah panjang atau biasa disebut Lamin (rumah khas suku Dayak)
Pada suatu hari sang suami pulang dari ladang setiba di rumah mendapati istrinya yang seorang Pemeliatn (orang yang memiliki pengetahuan dan menguasai ilmu untuk melakukan ritual Beliatn, merupakan upacara yang digelar untuk proses penyembuhan orang sakit), sedang melakukan ritual Belian Bawo.
Saat itu sang istri tengah menari sambil memukul tambur atau gendang khas dayak dengan menggunakan ekor Lutung ( Sejenis Monyet) yang telah dikeringkan.
Melihat hal itu sang suami naik pitam dan juga takut sebab apa yang dilakukan oleh sang istri adalah Tuhing atau perbuatan terlarang jika dilakukan akan menimbulkan bencana. Saat itu orang banyak yang melihat hal tersebut aneh dan tidak biasa terjadi hanya tertawa-tawa saja.Tanpa menyadari malapetaka besar akan terjadi.
Belum selesai ritual beliatn digelar seketika terjadilah angin ribut, guntur menggelegar memekak telinga, petir menyambar silih berganti dan turunlah hujan yang sangat lebah belum terjadi sebelumnya.
Bencana pun terjadi tak terhindarkan memorak-porandakan dimana Lamin sepasang suami istri tersebut berdiri. Melihat hal ini sang suami melarikan diri ke pondoknya di ladang, lalu menjadi batu di sana. Sementara istrinya hilang lenyap tenggelam oleh air hujan badai yang mengubah pemukiman menjadi danau. Danau inilah yang disebut Danau Aco, namanya diambil dari sang istri. (*)