Advertorial Balikpapan Bisnis Bola Daerah Bola Dunia Hiburan Hoax IKN Internasional Kesehatan Kriminal Lifestyle Nasional Pemerintahan Politik Pro Kalimantan Prokal Balikpapan Prokal Berau Prokal Kaltara Prokal Kaltim Prokal News Ramadan Samarinda Sport Teknologi

Muhammad Hamid: Guru dan Ulama adalah Pahlawan Sepanjang Masa

Wawan • 2025-11-11 11:49:44
Photo
Photo

PROKAL.co, BALIKPAPAN – Setiap tanggal 10 November, bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan untuk mengenang jasa para pejuang yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan tanah air. Namun, menurut Muhammad Hamid, anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, makna kepahlawanan tidak seharusnya dipersempit hanya pada mereka yang gugur di medan perang.

Saat ditemui di kantor DPRD Balikpapan pada Senin (10/11/2025), Hamid menyampaikan bahwa semangat kepahlawanan sejatinya juga hidup dalam diri mereka yang terus berjuang melalui jalan pengabdian, terutama di bidang pendidikan dan keagamaan. “Hari Pahlawan ini bukan hanya untuk mengenang mereka yang berperang, tapi juga bagi mereka yang mengabdikan hidupnya untuk bangsa, seperti guru dan ulama,” ujarnya.

Hamid menyebut guru sebagai sosok yang layak disebut pahlawan sepanjang masa. Menurutnya, dedikasi para guru tidak pernah lekang oleh waktu dan menjadi pilar utama dalam membangun peradaban bangsa. “Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Pengabdian mereka berlangsung sepanjang masa. Kalau kita melihat kemajuan Indonesia hari ini, semuanya berawal dari perjuangan para guru yang dengan sabar mendidik generasi penerus,” katanya.

Ia menambahkan, tanpa peran guru, bangsa ini tidak akan memiliki sumber daya manusia yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing. Guru, lanjut Hamid, tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral dan semangat kebangsaan.

Selain guru, Hamid juga menyoroti peran penting ulama dan santri dalam sejarah perjuangan bangsa. Ia mengingatkan tentang peristiwa bersejarah Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 yang dipelopori oleh KH. Hasyim Asy’ari, tokoh pendiri Nahdlatul Ulama. Resolusi itu menyerukan kepada seluruh umat Islam, terutama para santri, untuk berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari ancaman penjajah.

“Peran ulama dan santri sangat besar. Mereka berjuang bukan hanya dengan senjata, tapi juga dengan ilmu, doa, dan semangat keikhlasan. Inilah yang patut kita teladani sebagai generasi penerus bangsa,” tuturnya.

Hamid menegaskan, momentum Hari Pahlawan seharusnya menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat, khususnya kalangan muda, untuk terus menumbuhkan semangat nasionalisme dan pengabdian. “Hari Pahlawan bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi ajakan agar kita tidak melupakan jasa para pejuang—baik di medan perang, di ruang kelas, maupun di mimbar dakwah,” pungkasnya. (oy/adv)

Editor : Wawan