PROKAL.CO, BALIKPAPAN-Oli palsu jadi pembahasan hangat dalam diskusi media bertajuk LubriTalk: Ngobrol Oli Bareng Pertamina Lubricants.
Agenda gelaran PT Pertamina Lubricants (PTPL) itu dihelat di Resto Pandang Laut, Kota Balikpapan, Selasa (11/11/2025).
Agenda ini menghadirkan tiga narasumber dari PTPL yang membahas seputar oli.
Mulai dari distribusi, sampai pengetahuan membedakan oli asli dan palsu.
Yakni, Intania Prionggo, Manager Corp Comm & Investor Relations, Pertamina Lubricants; Arya Wirawan, Sales Executive Retail Kaltim & Kaltara Pertamina Lubricants; dan Ahmad Saparhadi, Analyst Quality Assurance Pertamina Lubricants.
Ahmad Saparhadi dalam paparannya, mengatakan untuk mengetahui oli asli atau palsu keluaran Pertamina Lubricants dapat diidentifikasi melalui fitur keamanan tutup botol dan bodi botol.
Oli yang asli pada tutup botolnya ada logo Pertamina.
Di salah satu bagian logo Pertamina itu, jika botol diposisikan pada kemiringan tertentu akan terlihat tulisan hologram ORIGINAL dengan karakter titik.
Sementara oli palsu, pada tutup botolnya ada logo Pertamina dengan salah satu bagian juga tertulis hologram ORIGINAL, tapi bukan karakter titik.
Ciri lain oli asli di bagian leher botol dan tutupnya ada nomor batch yang tertulis sejajar dan dibuat dengan laser.
Sementara yang palsu terdapat nomor batch pada posisi yang sama tapi ditulis dengan print atau cetak.
Untuk oli asli ada tiga lapis warna untuk tutup botolnya yang punya standar tertentu diukur dengan alat uji digital.
Sementara yang palsu, pada penutup botol bagian luar dan dalam sama alias tidak tiga lapis.
Kemudian ada juga fitur keamanan stiker label. Yakni, ada QR code di stiker label yang mana nomor QR code tiap botol berbeda.
Selain itu QR code terdiri dari sembilan sampai sepuluh angka dan huruf acak. Sementara oli palsu memiliki QR code yang sama untuk semua botol.
QR code pada botol oli asli ketika dipindai akan mengarahkan pada website lubes.id yang mana nomor batch dan kode unik QR code sama di website dan fisik botol yang dipindai.
Sedangkan QR code pada botol oli palsu jika dipindai akan masuk pada website bit.ly.
“Yang asli di stiker botol depan dan belakang apabila disinari dengan lampu UV akan tampak logo dan tulisan Pertamina, serta kode lainnya dengan dimensi dan ukuran tertentu,” ujar Saparhadi.
Selain itu di stiker label depan dan belakang apabila dibuka akan tampak back print logo dan tulisan Pertamina dengan ukuran dan dimensi tertentu.
Intania menambahkan, sejauh ini belum ditemukan oli palsu untuk wilayah Balikpapan. Kasus yang pernah terungkap di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar).
Saat itu diungkap peredaran oli palsu sebanyak 100 ribu kiloliter, dari berbagai merek.
Pihaknya sempat diminta aparat untuk melakukan uji laboratorium terhadap oli palsu tersebut.
“Jadi dari hasil lab saat itu, setelah kita cek di laboratorium, oli palsu itu tidak ada fungsinya sama sekali. Tidak sesuai spesifikasi seharusnya oli,” kata Intania.
Dia menambahkan, pihaknya rutin melakukan edukasi kepada publik terkait oli palsu ini.
Agar masyarakat semakin paham dampak dari penggunaan oli palsu terhadap kendaraan mereka.
Karena oli palsu tak ada kandungan spesif yang sesuai dengan kebutuhan mesin. “Tidak ada fungsinya sama sekali (oli palsu),” katanya. (far)
Editor : Faroq Zamzami