SAMARINDA – Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), H. Seno Aji, memberikan apresiasi khusus kepada tiga daerah di Kaltim yang berhasil mencatatkan penurunan signifikan dan berada di bawah rata-rata prevalensi stunting provinsi. Penghargaan ini disampaikan di tengah upaya percepatan penurunan stunting yang tengah digalakkan Pemprov Kaltim.
Ketiga daerah yang mendapat pujian karena capaiannya di bawah rata-rata provinsi (22,2%) adalah Kutai Kartanegara (Kukar): 14,2% (Jauh di bawah rata-rata provinsi), Samarinda 20,3% dan Bontang 20,7%. “Kami berterima kasih kepada tiga kabupaten dan kota, yaitu Kutai Kartanegara yang sudah jauh di bawah rata-rata provinsi, kemudian Bontang dan Samarinda. Ketiganya berhasil menurunkan angka stunting,” ujar Wagub Seno Aji.
Perhatian Khusus untuk Kutai Timur dan Balikpapan
Meskipun tiga daerah menunjukkan hasil yang memuaskan, Wagub Seno menegaskan bahwa masih ada beberapa wilayah yang memerlukan perhatian lebih. Ia menyoroti Kutai Timur dan Balikpapan yang prevalensi stunting-nya masih berada di atas rata-rata provinsi maupun nasional.
"Daerah-daerah ini memerlukan perhatian khusus agar tingkat prevalensi stunting di Kaltim bisa benar-benar berada di bawah angka nasional," tambahnya, mendesak intervensi yang lebih intensif di wilayah tersebut.
Mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, Wakil Gubernur menjelaskan bahwa keberhasilan mencapai target sangat bergantung pada dua pilar utama: Intervensi Spesifik dan Intervensi Sensitif.
Intervensi Sensitif: Membutuhkan keterlibatan lintas sektor dan dukungan penuh dari pemerintah kabupaten dan kota.
Intervensi Spesifik: Wagub Seno menegaskan bahwa faktor inilah yang paling menentukan dan harus dilakukan secara masif melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di masing-masing daerah.
Wagub Seno juga menjelaskan tantangan dalam pengukuran stunting, di mana mayoritas kasus terdeteksi pada kelompok usia 0–11 bulan. Menurutnya, perbedaan hasil timbangan dan tinggi badan sering terjadi pada usia ini, namun anak dapat tumbuh cepat setelah mendapat penanganan yang tepat. Melalui penguatan koordinasi dan pelaksanaan intervensi yang tepat sasaran, Pemerintah Provinsi Kaltim tetap optimistis dapat menurunkan angka stunting secara keseluruhan dan mencapai target nasional pada tahun-tahun mendatang. (adv/diskominfo/i)
Editor : Indra Zakaria