Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Ingin Tertib Jangan Tunggu Hoax

wahyu-Wahyu KP • 2019-01-04 08:21:47

SAMARINDA - Kecelakaan mayoritas diawali dari pelanggaran. Sebagai langkah konkret, kepolisian di satuan lalu lintas (Satlantas) Polresta Samarinda memastikan akan terus melakukan penindakan terhadap pengendara yang tak tertib.

Kamis (3/1), pesan berantai menyebar melalui media sosial (medsos). Mengabarkan jika kepolisian di daerah Kaltim, khususnya Kota Tepian bakal diterapkan sistem penilangan khusus, yakni menggunakan pantauan dari sensor closed circuit television (CCTV). Dalam siaran tersebut, menjelaskan, kamera bisa mengambil gambar secara detail mulai pelat kendaraan, jenis kendaraan, bahkan wajah si pengendara. “Kok ada yang masih menyebar seperti itu,” ucap Kanit Patwal Satlantas Polresta  Samarinda AKP Yasir sembari tersenyum tipis.

Untuk diketahui, baik pelanggaran atau kecelakaan mengalami peningkatan di 2018 lalu. Sebanyak 55 orang meregang nyawa di jalan dari tahun sebelumnya 52 orang. Total kejadian ada 277 kecelakaan yang dilaporkan. Kerugian materiil lebih dari setengah miliar rupiah. Pelanggaran di 2018 mencapai 15.950 pengendara.

Dari pesan tersebut, juga menyebut bahwa sudah terpasang ratusan kamera pengawas sejak Agustus 2018 hingga kemarin. “Kalau CCTV tanyakan sama instansi terkait (Dishub Samarinda),” lanjut Yasir. Menurut perwira balok tiga, secara garis besar, sarana dan prasarana penunjang elektrik tilang melalui rekaman CCTV belum bisa menunjang. “Ingin tertib itu jangan tunggu hoax,” sambungnya.

Menaati aturan yang berlaku, sudah bagian dari menyukseskan program keselamatan berkendara. “Kalau aturan diikuti, mau ada e-tilang CCTV atau tidak, enggak ada masalah,” jelasnya. Namun, konsep penindakan itu disebutnya bukan wacana baru untuk diterapkan. Ditegaskan Yasir, beberapa titik di Samarinda sudah terpasang khusus CCTV yang mengawasi lalu lintas ibu kota Kaltim dan terhubung dengan command center Polresta Samarinda. Perwira pertama itu tak bisa lama-lama lantaran mempersiapkan kedatangan salah satu peserta calon wakil presiden yang datang ke Samarinda. (*/dra/rsh/k18)

Editor : wahyu-Wahyu KP