BALIKPAPAN - Kementerian Agama (Kemenag) rupanya sudah membuat sikap terhadap aturan rekam biometrik yang diterapkan pemerintah Arab Saudi. Melalui Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI, surat protes sudah dilayangkan ke Visa Facilitation Services (VFS) Tasheel selaku operator. Yang disebut belum siap dalam melayani pengambilan data bagi calon jamaah umrah.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah Kemenag Balikpapan Shaleh menjelaskan, dari pengamatan pihaknya, aturan rekam biometrik dinilai mendadak. Selain itu operator yang ada terbatas. Seperti di Kaltim yang hanya ada di Balikpapan. Membuat keresahan dan beban bagi calon jamaah dan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).
“Surat sudah dilayangkan pada 27 Desember 2018 lalu dari Kemenag RI,” ujar Shaleh, Kamis (3/1).
Keinginan Kemenag, operator diminta melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan instansi dan calon jamaah. Karena kondisinya, banyak yang belum mengetahui aturan ini. Kemudian membuka kantor perwakilan layanan di seluruh provinsi, kabupaten dan kota. Bisa memberi pelayanan terhadap yang sudah melakukan perjanjian maupun yang belum. Terakhir, bisa membuat kantor yang mampu menampung kehadiran calon jamaah. Termasuk fasilitas bagi yang lanjut usia dan penyandang disabilitas.
“Sebelum itu bisa dipenuhi, kami ingin dilakukan penundaan aturan ini,” tegas Shaleh.
Diketahui, aturan baru dari pemerintah Arab Saudi terkait rekam biometrik untuk calon jamaah umrah menuai polemik. Di Balikpapan, aturan ini diprotes sejumlah agen perjalanan atau travel. Mereka khawatir, dengan kondisi yang ada saat ini mengancam jadwal keberangkatan jamaah mereka ke Tanah Suci.
Pantauan Kaltim Post di Pusat Layanan Visa untuk Arab Saudi PT Tasheel di Kompleks Balikpapan Ocean Square (BOS), Rabu (2/1) siang, puluhan calon jamaah mengantre. Tak hanya memenuhi ruang tunggu, banyak yang duduk melantai. Tak hanya dari Balikpapan, rata-rata mereka datang dari luar kota. Seperti Samarinda, Kutai Kartanegara, Bontang, dan Penajam Paser Utara.
“Kami keberatan dengan aturan ini,” ujar Direktur PT Telaga Al Kautsar Travel, Haidir ditemui saat tengah menemani para calon jamaah yang menggunakan jasa perusahaan asal Bontang itu. (*/rdh/rsh/k18)
Editor : amir-Amir KP