Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Sekali Kencan Bisa Rp 100 Juta

wahyu-Wahyu KP • Selasa, 8 Januari 2019 - 15:19 WIB

SURABAYA – Kasus prostitusi yang melibatkan artis papan atas terus bergulir. Masih ada 100 model dan 45 artis lainnya yang terlibat dalam jejaring prostitusi via daring itu. Selain Endang Suhartini dan Tantri, polisi mengejar dua muncikari yang saat ini belum diketahui lokasinya.

Hampir sama seperti Endang dan Tantri–dua muncikari untuk kasus Vanessa Angel dan Avriella Shaqqila yang sudah menjadi tersangka, kedua muncikari itu memiliki tugas yang hampir sama. Yakni, menjalin komunikasi antara pria hidung belang dan melakukan transaksi. Keduanya, juga berasal dari Jakarta. Sampai kini, keberadaan mereka masih tidak diketahui oleh polisi.

Salah satu anggota Ditreskrimsus Polda Jatim menjelaskan, bagaimana keduanya luput dari penangkapan polisi. Ketika dihubungi Tantri, handphone kedua perempuan yang masuk daftar pencarian orang (DPO) polisi itu tidak aktif.

Jadi, pesan yang disampaikan pun tidak masuk ke handphone kedua pelaku lainnya. Walhasil, keberadaan mereka pun tidak bisa diketahui. “Jadi kedua DPO itu masih kolega dengan tersangka yang kami tangkap. Tapi kemungkinan masih di Jakarta sekarang,” jelas polisi yang enggan disebutkan namanya tersebut.

Keempat muncikari itu menjajakan perempuan-perempuan mereka melalui buah bibir. Masing-masing dari mereka memiliki koneksi dengan para pelanggan. Dalam beberapa kesempatan, mereka juga menggunakan jasa makelar untuk mencarikan pelanggan.

Promosi dilakukan secara eksklusif. Sehingga, hanya beberapa orang yang memiliki katalog perempuan yang dijual oleh Endang dan Tantri. “Tidak ada grupnya, mereka cuma memberi tahu antar kenalan saja. Jadi antar-mulut ke mulut,” lanjut polisi tersebut.

Kemarin (7/1) Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan juga memberikan pernyataan resmi terkait kasus ini. Vanessa Angel dan Avriella Shaqqila bukanlah satu-satunya artis yang terlibat dalam prostitusi via daring itu. Masih ada 100 model majalah dewasa dan 45 artis lain yang terlibat.

Daftar tersebut, saat ini sudah berada di genggaman polisi. Rencananya, mereka memanggil satu demi satu seluruh korban untuk dimintai keterangan. “Jadi ke-100 model ini berasal dari majalah Popular dan FHM. Tapi keterangan dari dua korban ini saja sebenarnya sudah cukup untuk memenjarakan kedua tersangka,” ucapnya.

Luki juga membenarkan, transaksi selama ini dilakukan melalui daring. Baik proses promosi ke para pria hidung belang, hingga melakukan transaksi. Karena mereka memiliki ketentuan untuk membayar 30 persen uang di awal. Tarif yang dikenakan oleh Endang dan Tantri memang cukup fantastis. Mulai Rp 25 juta, Rp 50 juta, Rp 80 juta, hingga Rp 100 juta, untuk sekali kencan. “Bedanya soal ketenaran, kian terkenal artis itu, semakin mahal pula tarifnya,” kata jenderal dengan dua bintang di pundak tersebut.

Tarif tersebut, merupakan tarif bersih, yang diberikan. Jadi pelanggan tidak perlu pusing, untuk mencari tempat. Sebab Endang dan Tantri akan menentukan, di mana mereka akan bercinta.

Dalam kasus Vanessa dan Avriella ini, kedua muncikari memilih hotel di Surabaya sebagai lokasinya. Vanessa berkencan di kamar 2721, sedangkan Avriella di kamar 2720. “Jadi pelanggannya bebas mau menentukan kencan di mana di seluruh Indonesia, bahkan kalau mau ke luar negeri ya bisa,” tutur Luki. (bin/fid/jpnn/rom/k8)

Editor : wahyu-Wahyu KP