SANGATTA–Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tengah merampungkan pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kudungga di Jalan Soekarno-Hatta. IPA Kudunggan ini sebelumnya berkapasitas 50 liter per detik, akan menjadi 100 liter per detik.
Sekarang pembangunan fisik IPA sudah selesai dan tinggal diresmikan. Rencananya, peresmian dilakukan Kamis (10/1) oleh Bupati Ir H Ismunandar MT.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutim Aswandini Ekatirta menerangkan, air dari IPA Kudungga selama ini mengalir dengan kecepatan 50 liter per detik. Lantas, untuk meningkatkan kapasitasnya, pihak KPC harus mengalirkan air dari kolam Kenyamukan ke IPA Kudungga sebesar 100 liter per detik.
"Peningkatan kapasitas ini sudah kami lakukan, sehingga rencananya tinggal peresmian. Untuk anggaran, proyek ini menggunakan pola multiyear contract, dengan dana sebesar dengan dana sebesar Rp 45 miliar," ujar Aswan.
Pjs Direktur PDAM Suparjan ST dalam laporannya kepada Bupati Kutim pada 2 Januari 2019 menyebut, mulai Januari IPA Kudungga dioperasikan. Selanjutnya akan melayani kebutuhan air bersih di kawasan perkantoran Bukit Pelangi, perumahan warga dan fasilitas publik di Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Abdul Wahab Sjahranie, serta daerah sekitarnya.
IPA Kudungga merupakan proyek kerja sama Pemkab Kutim dan PDAM Sangatta, serta mendapat dukungan dari PT Kaltim Prima Coal (KPC). Dalam hal ini, pembangunan fisik IPA dilakukan Pemkab Kutim melalui Dinas Pekerjaan Umum, pengoperasian oleh PDAM. Sementara bahan baku air disediakan oleh KPC dari areal hutan di sekitar Pit Jupiter.
General Manager External Affairs and Sustainable Development (ESD) Wawan Setiawan mengatakan, air dari hutan sekitar Pit Jupiter tersebut ditampung di Telaga Kenyamukan. “Dari telaga inilah kami alirkan air bersih tersebut melalui pipa menuju IPA Kudungga,” jelasnya.
Pola kerja sama tersebut menurut Wawan sebagai salah satu bentuk dukungan kepada pemerintah dan masyarakat yang masih kekurangan air bersih.
“Ini adalah bentuk dukungan kami kepada pemerintah dan masyarakat, karena kami tahu air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat. Selama ini mereka mengeluarkan biaya lebih besar karena harus membeli air tandon,” ujar Wawan.
Keberadaan IPA Kudungga mendapat apresiasi masyarakat di Jalan Soekarno-Hatta. Salah satunya Nissa, pemilik Toko Sembako Rama. Nissa menyatakan, aliran air bersih di kediamannya sudah lancar dan deras.
"Sudah sekitar tiga bulan lalu kami mendapat layanan air bersih dari PDAM. Mengalir lancar airnya, dan deras. Sebelumnya kami menggunakan air tandon," ucap perempuan asal Kalimantan Selatan (Kalsel) itu.
Hal senada disampaikan Ipah, pemilik Warung Makan Blitar di Jalan Soekarno-Hatta. Menurut Ipah, warungnya merupakan yang pertama dialiri air bersih dari IPA Kudungga. Hingga sekarang, air terus mengalir lancar.
"Air sudah mengalir sejak 2017. Kami belum pernah ada keluhan," aku Ipah, saat ditemui di warung miliknya yang berseberangan dengan Stadion Kudungga. (soc/mon/san/k8)
Editor : octa-Octa