Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Jembatan Pulau Balang Tingkatkan Pembangunan Wilayah Selatan Kaltim

amir-Amir KP • Senin, 21 Januari 2019 - 08:43 WIB
-
-

BALIKPAPAN  -  Jembatan Pulau Balang diperkirakan akan meningkatkan pembangunan tiga daerah di wilayah selatan Kaltim, yakni Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Paser serta Kota Balikpapan. Untuk itu, jembatan ini diharapkan rampung tahun ini.

 

Wakil Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud mengatakan, pembangunan Jembatan Pulau Balang dibiayai APBD provinsi dan APBN. Sedangkan Pemkot Balikpapan hanya bisa memberikan dukungan dan pengawasan.

 

“Ya, kami mendukung adanya pembangunan jembatan Pulau Balang ini, apalagi ini akan menjadi penghubung pertama PPU dan Balikpapan. Mudah-mudahan bisa cepat selesai,” ujar Rahmad Mas’ud, kemarin (20/1).

 

Dengan adanya Jembatan Pulau Balang, lanjut Rahmad, akan berdampak pula pada pembangunan di tiga daerah tersebut. “Jembatan ini selain akses penghubung, juga diharapkan bisa membawa dampak positif untuk pengembangan KIK (Kawasan Industri Kariangau) ke depannya,” aku Rahmad.

 

 

Selain Jembatan Pulau Balang, pemkot juga terus mengupayakan agar pembangunan Jembatan Balikpapan-PPU bisa segera terealisasikan. “Ya, kami juga mendukung jembatan ini. Kendalanya karena proyek ini pakai APBD provinsi, sehingga komunikasi dengan gubernur harus intens kami lakukan,” terang Rahmad.

 

 

Untuk diketahui, Jembatan Pulau Balang akan menghubungkan Balikpapan dan Penajam Paser Utara. Jembatan yang melintasi Teluk Balikpapan ini memiliki panjang sekitar 1.750 meter. Jika beroperasi, jembatan ini akan mempercepat distribusi barang dari Balikpapan menuju PPU atau Paser yang melalui jalur darat. Di mana, selama ini distribusi harus melalui Kecamatan Sepaku.

 

Sebelumnya Gubernur Isran Noor mengatakan, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Perumahan Rakyat (PUPR), pihaknya terus memacu penuntasan pembangunan proyek strategis nasional di daerah. Jembatan yang menghubungkan jalan lintas Kalimantan poros selatan dan menghubungkan Kawasan Industri Kariangau-Buluminung itu, progresnya cukup baik.

 

“Bentang pendek sepanjang 470 meter telah tuntas tahun lalu. Bentang panjang 804 meter senilai Rp 1,33 triliun dari APBN, dengan progres 58 persen. Target 2019 ini bentang panjang selesai,” tuturnya.

 

Dia menjelaskan, kini yang dipercepat pengerjaannya adalah jalan pendekat, dengan ruas jalan sebagai akses Pulau Balang yang menghubungkan jalan trans Kalimantan. Total panjang jalan pendekat ini 37 km. Yakni, sisi Balikpapan sepanjang 14 kilometer dan sisi Penajam Paser Utara 23 kilometer.

 

Hingga kini, akses jalan pendekat menuju Pulau Balang hampir selesai dikerjakan dengan rigid beton dua jalur selebar 16 meter. “Kami optimistis pelaksanaan pembangunan Jembatan Pulau Balang ini selesai tepat waktu seperti yang direncanakan, 2019 ini. Target itu tidak akan meleset jika dilihat dari progresnya,” katanya.

 

Menurutnya, penuntasan pembangunan jembatan itu membutuhkan anggaran senilai Rp 2,8 triliun dari APBN. “Kami terus pantau dan berkoordinasi dengan kontraktor pelaksana, dalam percepatan kegiatan. Agar sesuai target awal,” tutupnya. (dan/vie/k1)

Editor : amir-Amir KP