Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Relokasi Tunggu Hasil Verifikasi BNPB

octa-Octa • 2019-01-29 09:10:12

 

PENAJAM - Korban longsor di Desa Telemow, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), berharap segera direlokasi. Pasalnya, berkas usulan pembangunan 53 rumah bagi warga terdampak longsor sudah diterima Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Tinggal dilakukan verifikasi ke lapangan untuk mengecek lokasi yang dipilih sebagai tempat relokasi ratusan jiwa tersebut.

      Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU Andi Dahrul mengatakan, berkas usulan relokasi korban longsor di Desa Telemow sedang diverifikasi BNPB. Pihaknya juga masih menunggu kepastian dari BNPB, untuk melakukan peninjauan ke lahan yang akan menjadi tempat relokasi korban longsor tersebut. Sebagai syarat, sebelum usulan pembangunan rumah tersebut bisa dipenuhi oleh Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) BNPB.

BPBD PPU mengusulkan anggaran Rp 30 miliar untuk pembangunan 53 rumah dengan bangunan permanen. Beserta fasilitas penunjangnya, seperti air bersih, listrik, satu bangunan Taman Pendidikan Alquran (TPA) dan musala, serta akses jalan.

“Kami berharap dalam waktu dekat sudah ada tim dari BNPB yang turun. Meninjau lokasi relokasi korban longsor Desa Telemow,” harap Andi Dahrul kepada Kaltim Post, kemarin (28/1).

Berdasar berkas usulan yang telah disampaikan, pembangunan satu rumah permanen dengan tipe 36 diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp 144 juta. Jadi, untuk pembangunan 53 rumah membutuhkan anggaran sekira Rp 7,6 miliar. Para korban longsor ini akan dipindahkan ke RT 01 Desa Telemow. Di sana ada lahan seluas 9.400 m2, yang dipersiapkan sebagai kawasan permukiman korban longsor tersebut.

“Kalau anggarannya cepat disetujui, cepat juga dibangunkan. Karena membutuhkan waktu pembangunan selama enam bulan. Mudah-mudahan usulan kita bisa disetujui, bulan depan,” pinta mantan kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) itu.

Sebagai informasi, longsor di RT 06 dan RT 07 Desa Telemow itu terjadi pada 11 April 2018. Menurut data BPBD Kabupaten PPU, ada 23 rumah yang telah ambruk. Terbagi atas 13 rumah di RT 06 yang dihuni 21 kepala keluarga dengan 43 jiwa. Serta 10 rumah di RT 07, dengan jumlah 14 kepala keluarga dan 29 jiwa.

Untuk korban yang berpotensi terkena longsor susulan adalah 30 rumah lagi, pada RT yang sama. Dengan jumlah penghuni sekitar 50 kepala keluarga dan 120 jiwa. Akibatnya para korban longsor ini menumpang sementara di kediaman keluarganya. Yang lokasinya tak jauh dari lokasi longsor tersebut. (*/kip/san/k16)

Editor : octa-Octa