Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Pengawasan RPH Ditingkatkan

amir-Amir KP • 2019-01-30 07:56:51
-
-

PENAJA M  - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melakukan upaya pengendalian pemotongan sapi betina produktif agar populasi sapi ternak terus mengalami peningkatan.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan PPU, Arief Murdiyatno mengatakan, upaya pengendalian pemotongan sapi betina produktif sehingga dilakukan pengawasan ketat di rumah pemotongan hewan (RPH). Selain RPH, para petani ternak juga diharapkan tidak menjual sapi betina yang masih produktif.

“Kami melakukan pengawasan setiap RPH untuk meminimalisir pemotongan sapi betina produktif. Para pemilik RPH diharapkan hanya memotong sapi jantan dan sapi betina yang tidak produktif,” kata Arief pada media ini, kemarin (28/1).

Pengendalian pemotongan sapi betina produktif dilakukan agar tingkat kelahiran pedet terus mengalami peningkatan. “Kalau sapi betina produktif dipotong, maka pupulasi sapi sulit berkembang,” terangnya.

Arief menekankan, Distan PPU telah melakukan program penggemukan untuk sapi potong. “Selain melakukan pengendalian pemotongan sapi betina produktif, kami melakukan program penggemukan sapi potong. Disamping melakukan pengendalian pemotongan, kebutuhan konsumsi daging juga terpenuhi,” ujarnya.

Populasi sapi ternak di PPU saat ini telah mencapai 16.900 ekor. Arief mengungkapkan, jenis sapi ternak di daerah ini masih didominasi sapi Bali. Jenis sapi Bali ini sangat rentan kena penyakit jembrana. Distan pun  intens melakukan penyuluhan untuk mengantisipasi penyakit tersebut.

“Faksinasi sapi ternak rutin dilakukan untuk mencegah penyakit jembrana yang rentan terkena terhadap sapi Bali,” jelasnya.

Untuk mengurangi risiko kerugian yang dialami kelompok tani ternak di PPU, Arief menyatakan, Kementerian Pertanian telah mengeluarkan program asuransi hewan ternak. Namun, program asuransi ini belum banyak dimanfaatkan oleh warga PPU. Pada 2017 lalu, sapi ternak yang diasuransikan hanya 450 ekor dan bertambah 77 ekor sapi di tahun 2018.

“Tahun ini, kami menargetkan sapi ternak yang diasuransikan bia bertambah menjadi 1.000 ekor. Kalau sapi yangs duah diasuransikan apabila mati, dicuri dan kesulitan melahirkan bisa diklaim ke asuransi,” tandasnya. (kad/cal)

Editor : amir-Amir KP