Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Bayi Terkecil di Dunia yang Akhirnya Pulang

izak-Indra Zakaria • Kamis, 28 Februari 2019 | 10:57 WIB

Dulu, bayi ini mengejutkan jagat. Dia mungil. Sangat mungil, malah. Sampai berjuluk bayi terkecil di dunia yang lahir dengan selamat. Kesehatannya membaik hingga akhirnya bisa hidup normal bersama orang tuanya.

 

MENGENAKAN baju kuning dengan topi rajut berwarna senada, bayi laki-laki itu tampak begitu menggemaskan. Mulut mungilnya terus bergerak-gerak. Demikian pula tangannya.

Dia sepertinya sudah tidak sabar untuk segera pulang. Rabu (20/2) adalah hari terakhirnya di Keio University Hospital, Tokyo, Jepang, setelah sekitar enam bulan menghuni ruang neonatal intensive care unit di rumah sakit tersebut.

Bayi yang tak diungkap namanya itu tidak sakit. Hanya, dia terlahir terlalu cepat. Yaitu ketika usia kandungan sang ibu baru mencapai 24 pekan.

Dilansir Japan Times, saat masih di dalam kandungan, bayi tersebut tidak berkembang. Bobotnya tak kunjung naik. Tim dokter akhirnya memutuskan untuk mengeluarkannya lewat operasi Caesar. Mereka takut nyawa bayi itu terancam jika dibiarkan dalam rahim ibunya.

Agustus tahun lalu, bayi itu dilahirkan. Tapi, beratnya hanya 268 gram. Besarnya hanya setangkup tangan orang dewasa. Telapak tangannya bahkan hanya seujung jari. Kulitnya begitu tipis dan tulang-tulangnya hampir terlihat.

Karena itulah, sejak dilahirkan dia mendapat perawatan intensif. Alat-alat penunjang hidup dilekatkan kepadanya. Dokter berusaha sekuat tenaga agar bayi tersebut bertahan.

Tim dokter memastikan agar bayi tersebut bisa bernapas dengan baik dan mengecek nutrisi yang masuk ke tubuhnya. Pada bayi yang lahir di usia enam bulan, organ-organ tubuhnya belum sempurna untuk bisa bertahan di luar rahim. Termasuk di antaranya alat-alat pernapasan dan pencernaannya.

’’Staf rumah sakit mengecek kondisinya dengan ketat karena bayi dengan berat lahir di bawah 300 gram memiliki rata-rata kemungkinan bertahan hidup kurang dari 50 persen,’’ ujar dr Takeshi Arimitsu yang bertanggung jawab atas penanganan bayi itu.

Perjuangan para dokter di Keio University Hospital akhirnya terbayar. Pekan lalu bayi itu sudah boleh pulang. Beratnya mencapai 3.238 gram atau lebih dari 3,2 kilogram. Dia juga sudah bisa menyusu ke ibunya secara langsung. Kondisi tubuhnya juga normal tanpa cacat. Kabar tersebut membuat orang tuanya luar biasa bahagia.

’’Saya hanya bisa bilang bahwa saya sangat bahagia dia bisa tumbuh sebesar itu karena sejujurnya (dulu) saya tidak yakin dia bisa bertahan,’’ kata sang ibu sesaat sebelum meninggalkan rumah sakit. Jika saja kehamilannya normal, dia seharusnya melahirkan pada Desember tahun lalu.

Pihak rumah sakit mengungkapkan bahwa bayi tersebut telah memecahkan rekor. Dia adalah bayi terkecil di dunia yang berhasil selamat dan pulang dari rumah sakit dalam kondisi sehat. Rekor sebelumnya dipegang seorang bayi laki-laki dari Jerman yang lebih berat sekitar 1 ons.

’’Saya ingin orang tahu bahwa meski seorang bayi lahir kecil, dia bisa pulang ke rumah dalam kondisi sehat,’’ terang Arimitsu.

Pemerintah Jepang menaruh perhatian serius terhadap keselamatan para bayi dengan bobot lahir rendah. Peluang hidup bayi yang lahir kurang dari 1 kilogram mencapai 90 persen. Berdasar data Unicef, Jepang adalah negara dengan angka kematian bayi terendah di dunia.

Sementara itu, berdasar data yang dikumpulkan University of Iowa, sejak 1936 ada 209 bayi yang lahir dengan bobot di bawah 400 gram dan selamat. Itu tidak termasuk bayi yang lahir di Jepang tadi. Dari jumlah itu, hanya 23 bayi yang memiliki bobot kurang dari 300 gram. (sha/c19/dos)

 

 

Fakta Bayi Terkecil di Dunia

 

– Pada Agustus 2018, bayi seberat 268 gram lahir secara Caesar di Keio University Hospital, Tokyo, Jepang.

– Bayi laki-laki yang tak diungkap namanya itu keluar dari rumah sakit pada Rabu (20/2) dengan bobot 3.238 gram atau 3,2 kilogram.

– Rekor sebelumnya dipegang Seelinger dari Gottingen, Jerman. Dia lahir pada 2009 dengan berat 274 gram.

– Rekor bayi perempuan terkecil juga dipegang bayi asal Jerman yang lahir pada 2015 dengan berat 252 gram.

– Ada 23 bayi di seluruh dunia yang lahir prematur dengan berat kurang dari 300 gram dan berhasil bertahan hidup. Dari jumlah itu, hanya empat orang yang berjenis kelamin laki-laki.

– Dari seluruh kehamilan di dunia, sekitar 10 persen lahir prematur.

– Rata-rata kemampuan bertahan hidup bayi Jepang dengan berat lahir kurang dari 1 kilogram adalah 90 persen.

– Kelahiran prematur menjadi penyebab terbesar kematian neonatus di Inggris dan AS. Setiap tahun ada 1.500 bayi prematur yang meninggal di Inggris.

– Bayi yang lahir 24 pekan memiliki 60 persen kesempatan untuk bertahan hidup. Di bawah 22 pekan, kesempatannya nihil.

 

Sumber: Japan Times, Kyodo News

Editor : izak-Indra Zakaria
#ada-ada saja #Mancanegara