BALIKPAPAN- Jumlah rumah sakit yang ada di Balikpapan saat ini dinilai cukup untuk menangani lebih dari 700 ribu warga yang ada di Kota Minyak. Tercatat ada 13 rumah sakit yang telah berdiri kota ini.
Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan dr. Ballerina J.P Pontolumiju menjelaskan, rumah sakit di Balikpapan banyak yang bertipe B dan memiliki jumlah tenaga medis lebih banyak ketimbang rumah sakit tipe C.
“Tenaga kesehatan lebih banyak, dan dokter spesialisnya minimal tujuh orang. Fasilitasnya juga lebih lengkap daripada rumah sakit bertipe C,” kata Ballerina, beberapa waktu lalu.
Walaupun jumlah rumah sakit yang ada di Balikpapan masih didominasi tipe C, Balle -sapaan akrab Ballerina- menilai hal tersebut tidak akan mempengaruhi kualitas pelayanan kesehatan untuk warga Balikpapan. Di mana tenaga medis dan dokter di rumah sakit tipe C sudah mampu melayani warga dengan baik. Terlebih masyarakat yang menggunakan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
“Enggak perlu takut pelayanannya kurang baik. Yang membedakan cuma fasilitas kesehatannya saja, lebih lengkap rumah sakit tipe B. Tapi pelayanan kesehatan seluruh rumah sakit sama. Termasuk masyarakat yang ingin berobat menggunakan BPJS Kesehatan, enggak boleh ditolak,” terangnya.
Terlebih lagi, dengan adanya beberapa fasilitas kesehatan setingkat puskesmas yang melayani warga 24 jam, diantaranya Puskesmas Karang Joang di Balikpapan Utara, Puskesmas Sepinggan Baru di Balikpapan Selatan, Puskesmas Baru Ulu di Balikpapan Barat, Puskesmas Klandasan Ilir di Balikpapan Kota, Puskesmas Manggar Baru di Balikpapan Timur, dan Puskesmas Mekarsari di Balikpapan Tengah.
Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Balikpapan Nurhadi Saputra menagih janji wali kota. Sebab, keberadaan fasilitas kesehatan Puskesmas Manggar Baru sudah tak lagi ideal dengan luasan wilayah.
“Sebab penduduk di Balikpapan Timur terus bertambah. Biasanya juga masyarakat kabupaten tetangga (Kutai Kartanegara,Red.) dari Samboja, Solok Api, juga berobat kemari,” ungkapnya.
Nurhadi menyebutkan, dari sidak yang dilakukan beberapa waktu lalu, puskesmas ini kekurangan personel, alat kesehatan, obat, dan kondisi bangunan yang bocor dan memprihatinkan jika dibandingkan puskesmas lainnya.
Nuhadi pun kerap menyisipkan pendapat fraksi dalam setiap paripurna kepada pemerintah agar membangun rumah sakit di wilayah Balikpapan Timur. Apalagi puskesmas jadi andalan bagi kesehatan warga.
“Apalagi pak wali bilang, Puskesmas Manggar Baru ini harapan masyarakat Balikpapan Timur. Karena kita tahu ini kecamatan satu-satunya yang belum memiliki rumah sakit baik negeri maupun swasta,” kata Nurhadi.
Menurutnya, sudah selayaknya keberadaan Puskesmas Manggar Baru mendapatkan perhatian khusus dan serius dari pemkot. Selama ini jika ada pasien dirujuk ke rumah sakit, pilihan terdekat adalah RSUD Kanujoso Djatiwibowo.
“Bayangkan sopir ambulans kalau ada kejadian darurat harus ke RSKD membawa pasien dengan waktu tempuh 30 menit. Itu pun sudah ngebut sekali,” imbuhnya.
Karena itu, demi perataan pelayanan di bidang kesehatan, sudah waktunya rumah sakit dibangun di Balikpapan Timur. “Ya minimal tipe C dulu. Kasihan warga banyak berharap di sini (Baltim,Red.) dibangun rumah sakit,” pungkasnya. (dan/cal)
Editor : adminbp-Admin Balpos