SAMARINDA - Kepala Bandara APT Pranoto, Dodi Dharma Cahyadi mengakui aktivitas pembukaan lahan diduga tambang batubara mengganggu kendaraan roda empat dan roda dua yang hendak masuk ke bandara.
"Saya tidak tahu apakah itu tambang batubara atau pembukaan lahan dan berizin atau tidak. Tapi, truk-truk yang nge-cross di jalan masuk bandara mengganggu kendaraan yang lewat," ujar Dodi, Senin (4/3/2019) malam.
Menurut Dodi, pihaknya sama dengan masyarakat sekitar khawatir dampak buruk pembukaan lahan galian tambang.
"Apalagi, sudah ada kolam isinya ikan yang mati. Pasti, kami khawatir jika limbahnya masuk ke lingkungan kami," katanya.
Meski begitu, kegiatan pelayanan bandara APT Pranoto, ditegaskan Dodi, berjalan lancar. Keselamatan penerbangan juga tidak terganggu dengan adanya aktivitas galian pembukaan lahan yang diduga tambang batubara.
Sementara itu, Dinas ESDM Kaltim telah turun meninjau aktifitas mirip tambang batu bara di sekitar Bandara APT Pranoto Sungai Siring.
"Dari informasi kami dapatkan dari pengakuan penjaga portal di lapangan, menyebut ada aktivitas pematangan lahan dan pemilik lahannya kami ketahui identitasnya," kata Kabid Minerba Dinas ESDM Kaltim Baihaqi Hazami.
Lebih lanjut, Baihaqi mengatakan pihaknya melihat di lokasi memang ada pembukaan lahan dan ditemukan bekas kolam, dan bukaan batu bara dengan kedalaman kurang lebih 2 meter. Bongkaran tanah itu seluas 250 meter persegi.
Adapun, dari titik koordinat yang diambil oleh Dinas ESDM, galian ini diluar konsensi perusahaan tambang sekitarnya yaitu PT Lanna Harita Indonesia, PT Buana Risky Armia Sungai Siring, PT Indokal Primajaya, PT Mulia Energi Resources, dan CV Cahaya Belawan Sejahtera.
Pembukaan lahan diduga tambang langsung berbatasan dengan pagar Bandara APT Pranoto. Galian lebih rendah dari pemukiman warga dan perumahan bandara ini sangat membahayakan. (mym)
Editor : izak-Indra Zakaria