KAMIS (14/3) lalu, tiba-tiba ada ucapan duka di semua Grup WhatsApp. Innalillahi Wainnailaihi Rojiun, telah berpulang ke Rahmatullah Bapak H Sujanna Agang bin Adji Karta pada Pukul 18.05 Wita. Jenazah disemayamkan di rumah duka, Jalan Andika Blok 4 RT 10, Kelurahan Gayam, Tanjung Redeb.
Saya terdiam sesaat. Seingat saya, pada Februari lalu, beberapa kali kami berpapasan di jalan. Almarhum sering kumpul dengan warga yang ada di Jalan Batur, penjual Nasi Kuning depan Masjid. Almarhum memang dikenal sangat familiar. Sama dengan saudara beliau, Pak Syamsu Agang, dosen di Universitas Mulawarman. Almarhum nampak bugar, dengan senyumnya yang khas. Ketika berbincang, sering melontarkan kalimat yang membuat orang lain tertawa.
Di saat melayat di rumah duka, banyak sahabat, keluarga dan teman-teman almarhum yang datang. Ada Haji Liliansyah, mantan anggota DPRD. Ada pak Ibnu Sina, mantan Sekda Berau, ada banyak karyawan dan pejabat Pemkab yang juga datang mengunjungi, menyampaikan ucapan duka. Keluarga besar Oetomo Lianto juga datang melayat.
Nama almarhum, sangat akrab di kalangan masyarakat. Terutama warga yang sekarang berusia antara 40-50 tahun. Warga yang sering berangkat dengan menggunakan jasa angkutan udara Bali Air. Ataupun warga yang saat itu, bisa merasakan bagaimana kehebohan pertunjukan film di bioskop.
Saya mengenal dekat almarhum pada dua kegiatan itu. Ketika bertugas di kantor Bali Air (Bouraq). Saya kebetulan jumpa dengan Pak Is di rumah duka yang dulu menangani Traffic Control bandara Kalimarau. Sebab, jam kedatangan pesawat Pak Is yang tahu lebih dahulu. Dan, almarhum Janna tugasnya melakukan koordinasi, sekaligus untuk mengatur penumpang.
Sementara di kantor Bali Air, di Jalan Niaga persis berhadapan dengan warung Kopi Hoky, almarhum sejak pagi sibuk mengatur penumpang maupun jasa angkutan barang. Ada welly, yang juga kerja bersama almarhum. Saya sering melihat betapa sibuknya almarhum, apalagi bila ada penumpang yang ingin berangkat mendadak tanpa booking terlebih dahulu. Saya melihat bagaimana catatan penumpang yang penuh dengan Tip Ex.
Bukan itu saja, saya sempat berbincang dengan Wawan, salah seorang karyawan Pemkab yang hapal betul bagaimana warna suara almarhum. Sebab, sore hari, sebelum pemutaran film, almarhumlah yang bertugas menginformasikan kepada warga, film apa yang akan diputar di salah satu bioskop di Tanjung Redeb. ?Dulu rasanya almarhum bertugas di Bioskop Tanjung di Jalan Durian I,? kata Wawan.
Kalau tak salah, ada empat lokasi bioskop di Berau. Ada di Teluk Bayur. Di Tanjung Redeb ada dua, yakni di Jalan Durian I, dan Gang Borobudur. Satunya lagi, di Gunung Tabur. Saya juga masih ingat petugas yang mengumumkan film yang diputar dengan berkeliling kota. Selain nama almarhum Jannah, ada juga Abang Husin dan Idris. Ini yang saya kenal. Mereka ini juga bertugas untuk membawa film yang diputar bergantian. Saya sempat menikmati, bagaimana serunya nonton film di tiga bioskop itu.
Bagaimana tidak seru. Ketika satu hari yang diputar adalah film India, maka Almarhum menyisipkan kalimat berbahasa India. Tidak tahu, apakah kalimat itu betul atau salah. Biasanya diakhiri dengan tawa. Begitu pula ketika film yang diputar film Mandarin, almarhum juga demikian berbahasa Mandarin. Kalau bahasa Mandarin, saya sedikit percaya mungkin lebih banyak betulnya. Maklum, almarhum lama bekerja di perusahaan milik Pak Oetomo Lianto.
Almarhum sering juga bergantian dengan Pak Idris untuk menjemput Roll film. Sebab, biasanya film yang diputar di Teluk Bayur, judulnya sama dengan yang dimainkan di Bioskop Tanjung. Maka, almarhum Jannah, bukan hanya bertugas mengumumkan keliling, tapi juga menjemput roll film secara bergantian.
Saya dan banyak warga Berau tentu merasa kehilangan. Sosok ceria almarhum Janna masih tetap terlihat, ketika awal-awal terserang penyakit. Bahkan saat saya berpapasan di sekitar warung nasi kuning yang menjadi langganannya untuk bersilaturahmi. Selamat jalan Pak Jannah, kami selalu mengenangmu. Mengenang budi baikmu. Semoga Allah memberikan cahaya terang dan Husnulkhatimah, Amin Yarabbal alamin. (*/asa)
Editor : uki-Berau Post