Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Dinas PUPR Kaltim Optimis Jembatan IV Selesai Akhir Maret Ini

izak-Indra Zakaria • Rabu, 20 Maret 2019 - 17:00 WIB

SAMARINDA - Dinas Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat (PUPR) Kalimantan Timur optimis pekerjaan Jembatan Kembar atau Mahakam IV, selesai di bulan Maret 2019.

Meski sudah rampung, namun jembatan Kembar tak langsung bisa dilalui kendaraan. Karena harus uji beban dari Komisi Keamanan Jembatan Terowongan (KKJT) yang memerlukan waktu lama lagi.

"Insya Allah selesai akhir Maret 2019 atau April. Uji beban jembatan saya tidak tahu berapa lama," ujar Pelaksana Tugas Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kaltim, Runandar, Selasa (19/3/2019) usai rapat bersama Komisi III DPRD Kaltim.

Runandar menepis jembatan baru bisa difungsikan tahun 2020. Jembatan kembar dapat dilalui pengendara bila uji beban telah dilaksanakan dan syarat-syaratnya telah dilengkapi. "Saya tidak bisa memprediksi lamanya uji beban. Tetapi, jika semua berjalan lancar, maka proses jembatan digunakan bisa lebih cepat," ujar Runandar.

Menurutnya, uji beban jembatan Kembar harus mengikuti jadwal KKJT yang padat menguji jembatan-jembatan seluruh Indonesia.

Adapun, pekerjaan penyambungan bentang tengah jembatan Kembar dengan jalan pendekat sisi kota sepanjang 38 meter saat ini masih berjalan dilakukan PT Waskita. "Yang melaksanakan yang bertanggung jawab PT Waskita," ujarnya.

Runandar menyebut sisa pekerjaan belum selesai jembatan Kembar yaitu aspal, uji beban dan railing akan mendapat anggaran Rp 27 miliar tahun 2019.

"Untuk menyelesaikan sisa pekerjaan dianggarkan tahun ini. Alokasi anggaran ini karena kekurangan volume akibat dari perubahan desain. Ini sudah diketahui tahun lalu sebelum pembahasan APBD telah dibahas TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah)," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kaltim Agus Suwandy mengatakan para anggota dewan sempat meninjau jembatan Kembar dan menemukan bahwa terjadi perubahan desain penghubung bentang tengah dengan jalan pendekat sisi kota dari melengkung menjadi lurus.

"Memang ternyata pekerjaan sisi kota itu 100% dan ada perubahan desain. Dari yang melengkung menjadi lurus. Pemerintah sudah antisipasi anggaran tahun 2019 yang item pekerjaannya berkelanjutan di sisi kota," jelas Agus Suwandy.

Adapun, jembatan bentang tengah, dijelaskan Agus Suwandy, terdapat kekurangan pekerjaan yang harus diselesaikan seperti aspal dan railing (sandaran) dianggarkan tahun 2019. (mym)

Editor : izak-Indra Zakaria
#infrastruktur #infrastruktur kaltim