PENAJAM–Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Penajam Paser Utara (PPU) bakal lebih optimal. Tahun ini, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) bakal menerima tambahan dua armada. Khusus untuk pemadaman kebakaran di kawasan hutan.
Pengadaan dua armada untuk pemadaman karhutla itu berasal dari dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 3 miliar. Salah satunya, untuk pengadaan mobil tangki yang dilengkapi pompa portable. Diperkirakan pengadaan unit tersebut senilai Rp 1,8 miliar.
“Mirip mobil branwir (mobil damkar). Tapi lebih fungsional untuk hutan. Sebab, dibutuhkan banyaknya stok air untuk pemadaman di dalam hutan,” kata Kepala DPKP Yogyana, kemarin.
Saat ini, mantan kabag Organisasi dan Tata Laksana Setkab PPU itu tengah menyusun dokumen pengadaan dua armada tersebut. Jadi, paling lambat awal bulan depan sudah bisa diajukan ke Unit Layanan Pengadaan (ULP). Sebagai syarat pelaksanaan lelang. “Sebab bersifat sangat khusus, kemungkinan dilakukan lelang terbatas,” terang Yogy.
Dia menambahkan, tambahan armada tersebut bakal melengkapi jumlah unit kendaraan milik DPKP. Saat ini, armada damkar di PPU berjumlah 14 unit. Tersebar di tujuh pos damkar, mulai Kecamatan Penajam, Waru, Babulu, hingga Sepaku.
Namun, secara kualitas, armada tersebut sudah uzur. Yakni, sebanyak 12 unit. Warisan dari kabupaten induk, Paser. Yang usianya sudah lebih 17 tahun. “Meskipun agak terseok-seok. Tapi tetap bisa dimanfaatkan dengan optimal,” ungkap pria berkacamata tersebut.
Khusus untuk pemeliharaan kendaraan yang uzur itu, hanya dianggarkan sekitar Rp 360 juta. Yang digabung dengan pos anggaran bahan bakar dan penggantian suku cadang. Dengan anggaran yang relatif minim tersebut, pihaknya akan mengoptimalkan kebutuhan prioritas. Baik untuk pemeliharaan maupun bahan bakar. “Makanya, kami akan usulkan tambahan anggaran pada APBD Perubahan 2019,” terangnya.
Sementara itu, Bupati PPU Abdul Gafur Mas’ud bakal mengagendakan pemeriksaan armada PMK yang ada. Dikhawatirkan, kendaraan tersebut tidak dapat digunakan saat kebakaran terjadi. “Dalam waktu dekat, saya akan keliling. Mau saya cek, biar tidak terjadwal. Apakah akinya masih hidup. Jangan pas ada kebakaran baru ganti aki,” terang dia. (*/kip/dwi/k8)
Editor : octa-Octa