BALIKPAPAN-Warga yang bermukim di Jalan Sulawesi, Kelurahan Karang Rejo, Balikpapan Tengah atau yang kerap disebut Gang Buntu kemarin (26/3) mendadak panik. Di siang bolong, si jago merah mengamuk di pemukiman penduduk dan membesar dengan cepat.
Kebakaran itu terjadi sekira pukul 14.30 wita. Salah satu rumah warga di RT 51 terbakar, api langsung menyambar rumah yang ada di sekitarnya. Lantaran kawasan padat penduduk dan rumah terbuat dari kayu sehingga api cepat membesar. Kondisi diperparah dengan angin bertiup lantaran saat kejadian tengah gerimis.
Tidak ada yang mengetahui penyebab kebakaran. Salah seorang saksi Maulana (23) saat itu hendak membeli rokok di salah seorang rumah warga nomor 13 RT 51. Baru saja sampai di warung milik Muhtar, mendadak terdengar suara ledakan dari belakang warung. Seketika api membesar dan langsung melalap rumah yang ada di sekitarnya.
"Ya, saya mau beli rokok mas di warung. Baru mau sampai warung itu langsung ada suara ledakan dari belakang. Disitu sudah saya lihat ada api langsung membesar. Ya saya panik terus langsung lari aja teriak kebakaran," ungkap Maulana.
Si jago merah makin membesar, menyeberang dan merembet ke rumah warga di RT 52. Warga yang panik lantas begegas menyelamatkan barang-barangnya dan melakukan pemadaman dengan cara manual sembari menunggu petugas pemadam kebakaran (damkar) datang. Petugas pemadam sendiri baru tiba di lokasi kejadian sekira pukul 15.00 wita.
"Kami dapat laporan dari warga makanya yang terdekat yakni UPT Balikpapan Utara meluncur ke sini," ujar Kepala BPBD Balikpapan, Suseno di lokasi kejadian.
Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dan pihak yang memastikan penyebab terjadinya kebakaran. Namun dugaan sementara akibat kompor yang ditinggal pergi saat memasak oleh pemiliknya. Informasi yang dihimpun media ini dari keterangan warga bahwa api pertama kali muncul dari rumah Muhtar. Namun hal ini masih dalam tahap penyelidikan kepolisian.
"Belum tahu, penyebabnya dari mana ini masih diselidiki oleh teman-teman kepolisian, kami hanya penanganan," ujar Suseno.
Salah seorang korban Rasman Thalib (52) mengaku terkejut dan lemas ketika mengetahui rumahnya di RT 52 No 03 habis terbakar. Saat itu dirinya tengah bekerja di proyek RDMP Pertamina. Ia kaget saat istrinya menghubungi posko kerjanya dan petugas posko memberitahukannya melalui radio Handy Talky. Sontak ia langsung bergegas pulang ke rumah dan mendapati rumahnya sudah hangus terbakar.
"Kaget mas, saya ditelepon istri di kerjaan katanya rumah di depan terbakar. Istri saya panik, makanya saya langsung pulang ke sini. Sekalinya rumah saya ikut habis terbakar," tutur Rasman di lokasi kejadian.
Rasman dan keluarganya terpaksa tinggal di posko untuk sementara waktu lantaran sudah tidak memiliki rumah. Dirinya hanya berhasil menyelamatkan ijazah dan surat-surat penting.
"Bawa baju di badan aja mas sama istri sempat bawa surat-surat di rumah. Nggak tahu ini mau kemana, mau tinggal di rumah ipar saya, juga ikut terbakar di depan ini," pungkasnya.
Api baru berhasil dijinakkan pukul 17.00 wita. Proses pemadaman sempat terkendala lantaran lokasi kejadian yang sempit dan padat penduduk ini membuat petugas kewalahan. Ramainya warga yang ikut campur dalam proses penanganan juga menjadi kendala tersendiri.
"Kami turunkan sebanyak 12 unit pemadam dan 1 unit dibantu oleh Pertamina. Ada juga 7 unit mobil rescue," tutup Suseno. (yad/yud)
Editor : adminbp-Admin Balpos