SAMARINDA - Kaltim yang lebih dikenal ekspor kayu dan olahannya, kini bisa berbangga lagi. Karena, mampu ekspor komoditas pertaniannya.
Hal itu ditandai dengan dilepasnya dua produk unggulan diekspor yaitu karet sebanyak 302,4 ton senilai 5,16 miliar milik PT. Multi Kusuma Cemerlang l dengan tujuan ekspor ke Taiwan. Kemudian, PKE (Palm Kernel Expeller) sebanyak 400 Ton (20 Kontainer) senilai 509 juta milik CV. Rizata Wijaya dengan tujuan ekspor ke negara Cina, Kamis (28/3/2019) melalui Pelabuhan Peti Kemas Palaran.
Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) yang diwakili Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani Agus Sunanto turut melepas dua produk ekspor tersebut. Hadir pula Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi.
Agus Sunarto mengatakan ekspor komoditas pertanian ini merupakan salah satu mekanisme untuk meningkatkan kesejahteraan petani disamping untuk menambah devisa negara. Oleh karena itu Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian berkomitmen untuk menjadikan tahun 2019 sebagai tahun akselerasi ekspor.
"Untuk akselerasi ekspor produk pertanian dalam bentuk pelayanan cepat dengan Service Level Agreement 1 jam hingga 1 hari kita harapkan dapat meningkatkan akselerasi ekspor dari Kalimantan Timur hingga 200% dari tahun sebelumnya," ujar Agus Sunarto.
Kepala Karantina Pertanian Samarinda Agus Sugiyono mengatakan Kalimantan Timur potensial dengan berbagai komoditas unggulan seperti hasil karet olahan, produk kayu olahan seperti plywood, moulding, veneer kruing dan produk olahan kelapa sawit telah rutin di ekspor ke berbagai negara seperti Cina, Myanmar, India, Taiwan, dan bahkan hingga ke Amerika Serikat.
Berdasarkan data di sistem IQfast selama tahun 2018 jumlah kegiatan ekspor di Karantina Pertanian Samarinda mencapai 266 kegiatan dan pada triwulan tahun 2019 ini total nilai ekspor telah mencapai 38,62 miliar.
"Potensi ekspor sarang burung walet juga cukup menjanjikan. Tercatat pula di sistem IQfast pada tahun 2018 pengiriman sarang burung walet sebanyak 7.259 kg, jika kisaran harga 14 juta perkilogram, maka nilai jual sarang burung walet mencapai 101 milyar," ujarnya.
Selain itu, komoditas kakao yang berada di daerah Bontang dan juga rumput laut di Berau juga berpotensi dapat diekspor. Namun beberapa komoditas tersebut untuk saat ini belum dapat dimaksimalkan untuk ekspor sehingga masih dilalulintaskan sebatas antar area.
Hadi Mulyadi, Wakil Gubernur Kalimantan Timur yang turut hadir dalam acara pelepasan ekspor mengapresiasi para perusahaan yang turut menyumbang devisa untuk negara.
"Pelepasan ekspor komoditas pertanian pada hari ini, membuktikan bahwa komoditas kita sudah bisa bersaing dan diterima di pangsa pasar internasional sehingga potensi besar lainnya yang kita miliki harapannya akan bisa menyusul untuk dapat diterima oleh manca Negara dengan jangkauan yang lebih luas", ucap Hadi disela sambutan.
Selain karet dan kernel sawit, komoditas ekspor yang dilepas yaitu produk hasil olahan kayu yang terdiri dari Veneer Kruing sebanyak 1.132,71 metrik milik PT. Kayu Alam Perkasa Raya dengan nilai ekspor sebesar 8,18 miliar rupiah akan diekspor ke India; Kayu Moulding sebanyak 716,836 m3 milik PT. Oceanias Timber Products senilai 4,20 miliar dengan tujuan ekspor ke Cina; dan Plywood sejumlah 226,986 m3 milik PT. Rimba Raya Lestari senilai 1,74 miliar dengan tujuan ekspor negara Myanmar. (mym)
Editor : izak-Indra Zakaria