RUMAHNYA sederhana, namun Rindu (bukan nama sebenarnya) memiliki kisah pilu di dalamnya. Tubuh gadis tersebut dibuat tak berdaya oleh ayahnya. La Anti (42), statusnya sebagai ayah tiri. Bukannya dilindungi, pria tambun berkumis tebal itu bak lupa dengan statusnya.
Gadis 11 tahun itu tak tahan dan menceritakan ke ayah kandungnya, hingga akhirnya terbongkar perbuatan bejat pelaku. Dini hari kemarin (30/3), Anti ditangkap. Remaja itu kini lebih tertutup. Nafsu bejat yang merasuki pikiran La Anti, membuyarkan masa depan Rindu.
Bukan sekali, pria paruh baya itu menyetubuhi anaknya. Tiga kali, semuanya dilakukan di tempat yang sama, yakni di kediamannya, Jalan KH Wahid Hasyim, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara. Perbuatan tak senonoh itu, diakui Anti, dilakukan menjelang tengah malam. Kala ibu kandung korban tengah tertidur pulas di kamar.
Wakasat Reskrim Polresta Samarinda AKP Triyanto membenarkan ada laporan orangtua korban. Saat itu, korban juga dihadirkan untuk memberikan keterangan. “Sudah ditangkap pelakunya, tadi subuh (kemarin),” ungkap perwira balok tiga tersebut. Dijelaskannya, pelaku lupa kapan pertama kali menyetubuhi anaknya. “Tapi katanya semua malam,” sambung mantan kapolsek Muara Jawa tersebut.
Rindu, memang terbiasa menonton televisi. Saat itu, Anti terpengaruh pikiran jahat. Dia membujuk anaknya dan selanjutnya satu demi satu pakaian yang dikenakan dilepaskan. Gadis polos itu tak berdaya, pasrah saat ayah tirinya itu menggerayangi tubuh kurusnya. Rindu tak berani teriak. Dia dipaksa meladeni nafsu Anti yang semakin memuncak.
Kehormatan remaja tanggung itu direnggut oleh ayah tirinya. Pelaku rupanya belum puas. Beberapa hari setelahnya, masih di tempat yang sama, Rindu dibuat pilu. Terakhir, aksi bejat Anti dilakukan Minggu (24/3) lalu, sekitar pukul 04.00 Wita. Memanfaatkan waktu istrinya yang istirahat di kamar. Tak kuat menahan beban, Rindu pergi ke ayah kandungnya.
Semua tindakan pelaku diceritakan. Ayah kandung korban yang geram sempat mencari keberadaan Anti. Namun, keluarga memilih melaporkan ke Polresta Samarinda. Diperiksa di ruangan khusus, Anti yang mengenakan kaus cokelat dan celana panjang jeans menjelaskan semuanya kepada penyidik.
“Ya, saya lakukan, tapi saya lupa, Pak,” tuturnya. Triyanto mengatakan, tindakan pencabulan yang dilakukan Anti, masih dalam pendalaman. "Kami menunggu hasil visum korban,” singkatnya. (*/dra/kri/k16)
Editor : octa-Octa