TANJUNG REDEB – Tim Penjaringan dan Penyaringan Calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Berau telah melakukan proses verifikasi berkas terhadap para bakal calon (balon). Hasilnya, Alhamid menjadi satu-satunya balon yang direkomendasikan untuk maju menjadi calon ketua KONI Berau periode 2019–2023.
Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan, La Ode Ilyas menjelaskan, saat pengambilan formulir pencalonan ketua KONI pada Februari lalu, ada tiga nama yang berpartisipasi yakni Alhamid, Najemuddin, dan Wendy Lie Jaya.
Hari terakhir proses pengembalian formulir pendaftaran pada 15 Maret lalu, hanya dua nama balon yang mengembalikan formulir yakni, Alhamid yang tidak lain adalah balon incumbent dan Najemuddin.
“Ada lima objek yang menjadi persyaratan yaitu dukungan cabang olahraga (cabor) atau fungsional, surat pernyataan kesediaan menjadi calon ketua KONI di atas meterai Rp 6.000, hingga pakta integritas,” jelas La Ode kepada Berau Post, Rabu (3/4).
Setelah proses tersebut selesai, pihaknya melanjutkan tahapan berikutnya, yaitu tahap verifikasi. Hasilnya, dari 28 cabor dan fungsional yang mendukung balon Ketua KONI Berau Alhamid, sebanyak 21 dukungan yang dinyatakan sah.
Adapun tujuh dukungan dianggap batal dengan berbagai alasan seperti surat dukungan yang hanya ditandatangani oleh sekretaris dan belum terdaftar di KONI Kaltim.
Sementara itu, hasil verifikasi terhadap balon lainnya, Najemuddin dari 22 cabor yang mendukungnya, 12 surat dukungan di antaranya dianggap sah dan 10 lainnya batal. “Surat dukungan batal karena oleh beberapa hal seperti belum terdaftar di KONI Kaltim, bukan tanda tangan dari ketua umum, dan SK (surat keputusan) sudah kedaluwarsa,” jelas La Ode. (arp/asa/kpg/kri/k16)
Editor : octa-Octa